Jakarta, Britakini.com – Harga emas dunia kembali menguat pada Senin (2/11/2026). Kenaikan ini terjadi setelah investor melakukan aksi jual besar-besaran pada perdagangan sebelumnya. Kini, harga logam mulia mulai bangkit seiring meredanya tekanan di pasar global.
Selain itu, penurunan harga minyak dunia turut meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi. Sementara itu, pelaku pasar terus memantau pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) untuk mengetahui arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 3.900,90 per ons pada pukul 04.40 GMT. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah dalam satu tahun.
Pada waktu yang sama, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga menguat 0,3% menjadi US$ 3.909,70 per ons.
Namun, perdagangan pada Jumat sebelumnya justru memberikan tekanan besar terhadap harga emas. Saat itu, investor melepas kepemilikan emas sehingga harganya anjlok 3,5%. Penurunan tersebut bahkan membawa harga emas ke level terendah sejak Oktober 2025.
Selain itu, harga emas juga jatuh di bawah batas psikologis US$ 4.000 per ons.
Aksi jual saham teknologi turut memicu pelemahan tersebut. Akibatnya, sejumlah investor terpaksa menjual aset aman atau safe haven, termasuk emas. Tekanan margin call juga memperbesar aksi jual di pasar keuangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Analis Pasar Keuangan Senior Capital.com, Kyle Rodda, melihat adanya pemulihan harga emas setelah aksi jual sebelumnya.
“Kita melihat adanya pemulihan setelah aksi jual sebelumnya. Selain itu, penurunan harga minyak di awal pekan ini memberikan sedikit kelegaan bagi logam mulia secara umum,” ujar Kyle Rodda.
Sementara itu, harga minyak dunia turun lebih dari 3% pada awal pekan. Penurunan ini terjadi setelah Reuters melaporkan kedatangan negosiator Iran di Doha pada Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, negosiator Iran melanjutkan perundingan bersama mediator Qatar selama tiga hari berturut-turut. Mereka berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.
Sentimen The Fed Masih Membayangi Harga Emas
Selain faktor geopolitik, kebijakan suku bunga The Fed juga memengaruhi pergerakan harga emas dunia.
Kenaikan harga energi biasanya mendorong ekspektasi inflasi. Oleh sebab itu, kondisi tersebut dapat membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.
Kebijakan suku bunga tinggi berpotensi menekan harga emas. Pasalnya, investor harus mempertimbangkan biaya peluang atau opportunity cost ketika memilih emas sebagai instrumen investasi.
Berbeda dengan deposito dan obligasi, emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Karena itu, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas bagi sebagian investor.
Di sisi lain, tiga pejabat The Fed pada Jumat menyampaikan pandangan mengenai perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi.
Pernyataan tersebut menjadi komentar pertama para pejabat bank sentral setelah pertemuan kebijakan moneter pada pekan sebelumnya. Dalam pertemuan itu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek.
Meski demikian, pernyataan terbaru para pejabat The Fed kembali memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 73%.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Kepala Strategi Saxo Bank, Ole Hansen, menilai pasar emas masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
Dalam catatannya, Hansen menjelaskan bahwa aksi jual secara teknikal dan kekhawatiran terhadap likuiditas masih membayangi daya tarik emas.
Dengan demikian, meskipun emas tetap menarik sebagai investasi jangka panjang, investor masih perlu mewaspadai tekanan pasar dalam waktu dekat.
Daftar Harga Emas Perhiasan di Raja Emas 2 November 2026
Di tengah pergerakan harga emas dunia, masyarakat juga perlu mengetahui perkembangan harga emas perhiasan di dalam negeri.
Sebagai informasi, Raja Emas Indonesia merilis daftar harga emas perhiasan per gram pada Senin, 2 November 2026. Daftar tersebut memuat harga berdasarkan kadar karat dan dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin membeli emas perhiasan.
Khusus wilayah Pulau Jawa, berikut rincian harga emas perhiasan di Raja Emas:
| Kadar Emas | Harga per Gram |
|---|---|
| 24 karat (K24*) | Rp 2.240.000 |
| 24 karat (99,5%) | Rp 2.045.000 |
| 23 karat | Rp 1.960.000 |
| 22 karat | Rp 1.825.000 |
| 21 karat | Rp 1.744.000 |
| 20 karat | Rp 1.660.000 |
| 19 karat | Rp 1.577.000 |
| 18 karat | Rp 1.521.000 |
| 17 karat | Rp 1.436.000 |
| 16 karat | Rp 1.354.000 |
| 15 karat | Rp 1.246.000 |
| 14 karat | Rp 1.163.000 |
| 13 karat | Rp 1.080.000 |
| 12 karat | Rp 998.000 |
| 11 karat | Rp 915.000 |
| 10 karat | Rp 831.000 |
| 9 karat | Rp 749.000 |
| 8 karat | Rp 666.000 |
| 7 karat | Rp 582.000 |
| 6 karat | Rp 502.000 |
| 5 karat | Rp 418.000 |
Daftar Harga Emas Perhiasan di Laku Emas 2 November 2026
Selain Raja Emas, Laku Emas juga merilis daftar harga emas perhiasan terbaru pada Senin, 2 November 2026.
Dalam daftar tersebut, Laku Emas mencantumkan harga jual emas perhiasan berdasarkan kadar karat. Informasi ini dapat membantu masyarakat memperkirakan nilai perhiasan sebelum menjualnya.
Berikut rincian harga emas perhiasan di Laku Emas per gram:
| Kadar Emas | Harga per Gram |
|---|---|
| 24 karat (99%) | Rp 2.060.000 |
| 23 karat | Rp 1.905.000 |
| 22 karat | Rp 1.824.000 |
| 21 karat | Rp 1.743.000 |
| 20 karat | Rp 1.659.000 |
| 19 karat | Rp 1.575.000 |
| 18 karat | Rp 1.490.000 |
| 17 karat | Rp 1.406.000 |
| 16 karat | Rp 1.321.000 |
| 15 karat | Rp 1.239.000 |
| 14 karat | Rp 1.155.000 |
| 13 karat | Rp 1.073.000 |
| 12 karat | Rp 988.000 |
| 11 karat | Rp 904.000 |
| 10 karat | Rp 821.000 |
| 9 karat | Rp 737.000 |
Perhatikan Harga Sebelum Membeli atau Menjual Emas
Meskipun Raja Emas dan Laku Emas sama-sama menyediakan daftar harga berdasarkan kadar karat, keduanya memiliki ketentuan transaksi masing-masing.
Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya memeriksa harga terbaru sebelum melakukan transaksi. Jangan lupa memperhatikan kadar dan berat perhiasan agar perhitungan nilai emas lebih akurat.
Selain itu, calon pembeli perlu memperhitungkan biaya pembuatan perhiasan. Sementara itu, penjual sebaiknya menanyakan potongan harga atau biaya lain yang mungkin berlaku di toko.
Dengan memperhatikan seluruh ketentuan tersebut, masyarakat dapat memperkirakan nilai transaksi secara lebih tepat. Langkah ini juga membantu konsumen mengambil keputusan sebelum membeli maupun menjual emas perhiasan. (ven*)
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









