Inflasi AS Memanas, Harga Emas Tertekan Kenaikan Suku Bunga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia melemah 1% di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga AS.

Harga emas dunia melemah 1% di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga AS.

Jakarta, Britakini.com – Harga emas dunia mengalami penurunan sebesar 1% pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, atau Jumat pagi waktu Jakarta. Kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) memicu tekanan tersebut. Kondisi ini juga mendorong investor memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada Desember 2026.

Mengutip CNBC, Jumat (30/10/2026), harga emas di pasar spot turun 1% menjadi US$4.026,12 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember melemah 0,3% menjadi US$4.037,60 per ons.

Pelemahan tersebut memperpanjang tren penurunan emas selama dua bulan berturut-turut. Selain itu, prospek kenaikan suku bunga AS membuat sebagian investor mengurangi minat terhadap logam mulia.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menyebut inflasi AS sebagai salah satu faktor utama yang menekan harga emas.

Meger menjelaskan bahwa inflasi yang masih melampaui target The Fed memperkuat perkiraan pasar mengenai kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember. Bahkan, laporan inflasi terbaru belum mampu meredakan kekhawatiran pelaku pasar.

Inflasi AS Meningkat, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed

Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS mencatat kenaikan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) sebesar 0,5% pada September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kenaikan 0,3% pada Agustus.

Lonjakan harga bensin dan sejumlah barang lainnya mendorong kenaikan indeks tersebut. Akibatnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu. Keputusan ini sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar.

Baca Juga :  Iran Ancam Balas Serangan AS Secara Tegas

Bank sentral AS tersebut juga memilih menunda perubahan kebijakan suku bunga hingga pemilihan umum paruh waktu AS selesai pada pekan berikutnya.

Meski demikian, investor tetap memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember. Perangkat FedWatch milik CME Group menunjukkan bahwa peluang kenaikan suku bunga mencapai sekitar 83%.

Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang bagi investor yang menyimpan emas tanpa memperoleh imbal hasil.

Sebaliknya, instrumen investasi berbunga berpotensi menawarkan keuntungan yang lebih menarik ketika suku bunga meningkat. Kondisi ini dapat mengalihkan sebagian minat investor dari pasar emas.

Harga Energi dan Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian

Selain kebijakan moneter AS, investor juga memantau perkembangan pasar energi global. Perubahan harga minyak dan energi lainnya dapat memengaruhi inflasi serta pergerakan harga logam mulia.

David Meger menilai pasar energi masih menjadi salah satu sumber kekhawatiran utama terkait inflasi. Karena itu, investor perlu mencermati setiap perubahan yang terjadi di sektor tersebut.

Ia juga menyoroti perkembangan konflik di Timur Tengah. Eskalasi konflik dapat mendorong kenaikan harga energi, sedangkan meredanya ketegangan berpotensi memberikan tekanan terhadap harga komoditas energi.

Kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan arah pergerakan harga logam mulia di pasar global.

Investor Pantau Pemilu AS dan Kebijakan ECB

Baca Juga :  Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target Harga

Selain inflasi dan suku bunga, investor juga memperhatikan pemilihan umum paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.

Hasil pemilu tersebut dapat memengaruhi arah kebijakan fiskal pemerintah AS. Perubahan kebijakan fiskal juga berpotensi memengaruhi sentimen investor di pasar keuangan global.

Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan bahwa Presiden Christine Lagarde akan mengundurkan diri dari jabatannya pada 7 Februari.

Pada saat yang sama, ECB memutuskan mempertahankan suku bunga. Namun, bank sentral tersebut memperingatkan bahwa kenaikan biaya energi dapat meningkatkan risiko inflasi di kawasan Eropa.

Perkembangan kebijakan ECB turut menjadi perhatian investor karena keputusan bank sentral dapat memengaruhi kondisi pasar keuangan internasional.

Harga Perak, Platinum, dan Paladium Turut Anjlok

Tekanan pasar tidak hanya memengaruhi harga emas. Tiga logam mulia lainnya, yaitu perak, platinum, dan paladium, juga mencatatkan penurunan pada perdagangan Kamis.

Harga perak di pasar spot merosot 2,7% menjadi US$52,54 per ons. Sementara itu, platinum kehilangan 3,7% dan berada di level US$1.486,47 per ons.

Harga paladium juga mengalami koreksi sebesar 0,7% menjadi US$1.003,58 per ons.

Penurunan tersebut membuat ketiga logam mulia itu kembali mencatatkan pelemahan bulanan selama dua bulan berturut-turut.

Ke depan, investor akan terus mencermati perkembangan inflasi AS, kebijakan suku bunga The Fed, serta pergerakan harga energi global. Ketiga faktor tersebut berpotensi memengaruhi minat investasi dan menentukan arah pergerakan harga logam mulia di pasar internasional. (ven*)

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru
IHSG Berpeluang Rebound, Simak Strategi Trading Enam Saham
The Fed Beri Sinyal Dovish, Rupiah Menguat Hari Ini
Harga Emas Pegadaian Turun? Cek Antam, UBS, Galeri24
Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Ikut Turun Tajam
IHSG Anjlok Tajam, Investor Waspadai Rupiah dan Saham
IHSG Melemah Tajam, Simak Peluang Investasi Saham Hari Ini
Daftar Harga Emas Pegadaian Terbaru Kamis 29 Oktober
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:00 WIB

20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:00 WIB

IHSG Berpeluang Rebound, Simak Strategi Trading Enam Saham

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:00 WIB

The Fed Beri Sinyal Dovish, Rupiah Menguat Hari Ini

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun? Cek Antam, UBS, Galeri24

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Ikut Turun Tajam

Berita Terbaru

IDX Commodity 20 menjadi indeks acuan baru bagi investor saham komoditas.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:00 WIB

Ilustrasi perdagangan saham dan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Berpeluang Rebound, Simak Strategi Trading Enam Saham

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:00 WIB

Rupiah menguat ke Rp18.123 per dolar AS setelah investor merespons sinyal dovish The Fed.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

The Fed Beri Sinyal Dovish, Rupiah Menguat Hari Ini

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Turun? Cek Antam, UBS, Galeri24

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 13.000 per gram pada Jumat (30/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Ikut Turun Tajam

Jumat, 30 Okt 2026 - 14:00 WIB