Jakarta, Britakin.com – Harga emas Pegadaian hari ini, Selasa (27/10/2026), menunjukkan perbedaan pada produk Galeri24, Antam, dan UBS. Dari ketiga merek tersebut, emas Antam menempati posisi teratas dengan harga Rp 2.589.000 per gram.
Mengacu pada laman Pegadaian, harga emas Galeri24 mencapai Rp 2.478.000 per gram. Sementara itu, Pegadaian menawarkan emas UBS seharga Rp 2.501.000 per gram.
Perbedaan harga tersebut memberi masyarakat beberapa pilihan saat membeli emas batangan. Namun, calon pembeli perlu mengecek harga terbaru karena Pegadaian dapat memperbarui harga sewaktu-waktu.
Pegadaian menyediakan ketiga produk emas tersebut dalam berbagai pilihan berat. Galeri24 menawarkan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.
Antam menyediakan emas batangan mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram. Adapun UBS menawarkan pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Dengan beragam pilihan itu, masyarakat dapat menyesuaikan pembelian emas dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing.
Harga Emas Galeri24 Hari Ini
Pegadaian menawarkan emas Galeri24 mulai dari Rp 1.300.000 untuk ukuran 0,5 gram. Berikut daftar lengkap harga emas Galeri24 pada Selasa (27/10/2026).
- 0,5 gram: Rp 1.300.000
- 1 gram: Rp 2.478.000
- 2 gram: Rp 4.895.000
- 5 gram: Rp 12.149.000
- 10 gram: Rp 24.232.000
- 25 gram: Rp 60.253.000
- 50 gram: Rp 120.410.000
- 100 gram: Rp 240.701.000
- 250 gram: Rp 600.274.000
- 500 gram: Rp 1.200.547.000
- 1.000 gram: Rp 2.401.093.000
Harga Emas Antam Hari Ini
Emas Antam mencatat harga tertinggi di antara tiga produk emas Pegadaian untuk ukuran 1 gram. Pegadaian menetapkan harganya sebesar Rp 2.589.000 per gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Antam pada Selasa (27/10/2026).
- 0,5 gram: Rp 1.345.000
- 1 gram: Rp 2.589.000
- 2 gram: Rp 5.116.000
- 3 gram: Rp 7.649.000
- 5 gram: Rp 12.713.000
- 10 gram: Rp 25.370.000
- 25 gram: Rp 63.298.000
- 50 gram: Rp 126.515.000
- 100 gram: Rp 252.951.000
Harga Emas UBS Hari Ini
Pegadaian mematok harga emas UBS sebesar Rp 2.501.000 per gram untuk ukuran 1 gram. Dengan harga tersebut, UBS berada di antara Antam dan Galeri24.
Berikut daftar lengkap harga emas UBS pada Selasa (27/10/2026).
- 0,5 gram: Rp 1.352.000
- 1 gram: Rp 2.501.000
- 2 gram: Rp 4.965.000
- 5 gram: Rp 12.267.000
- 10 gram: Rp 24.405.000
- 25 gram: Rp 60.893.000
- 50 gram: Rp 121.535.000
- 100 gram: Rp 242.974.000
- 250 gram: Rp 607.254.000
- 500 gram: Rp 1.213.081.000
Harga Emas Dunia Menguat pada Senin
Harga emas dunia menguat pada Senin (26/10/2026). Kenaikan ini membantu emas menjauh dari level terendah dalam lebih dari tiga bulan yang tercatat pada sesi sebelumnya.
CNBC melaporkan pada Selasa (27/10/2026) bahwa harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.020,60 per ons. Harga tersebut tercatat pada pukul 14.09 EDT.
Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh US$ 3.975 per ons pada Jumat. Level tersebut menjadi yang terendah sejak 20 Juli 2026.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga mencatat kenaikan. Kontrak tersebut naik 0,8% dan ditutup pada US$ 4.038,40 per ons.
Analis StoneX, Bob Haberkorn, menilai penurunan harga minyak mentah ikut mendorong penguatan emas. Ia juga melihat investor mulai membeli emas ketika harga melemah.
Haberkorn memperkirakan aktivitas perdagangan akan cenderung sepi menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve atau The Fed. Menurutnya, harga emas kemungkinan bergerak di sekitar US$ 4.000 per ons hingga bank sentral AS mengumumkan keputusannya.
Di sisi lain, harga minyak mulai turun setelah melonjak pada pekan sebelumnya. Meski begitu, harga minyak masih bertahan di dekat level tertinggi dalam enam bulan.
Harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut memengaruhi sentimen pasar minyak.
Harga Minyak Turun, Investor Pantau Inflasi
Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi. Namun, pasar tetap mengantisipasi gangguan pasokan yang dapat mendorong harga energi kembali naik.
Kini, investor menunggu keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada Rabu. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan menahan kenaikan suku bunga setelah menaikkannya pada September.
Meski demikian, perangkat FedWatch milik CME menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 80%.
Suku bunga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas. Ketika suku bunga naik, investor menghadapi biaya peluang lebih besar saat menyimpan emas.
Hal ini terjadi karena emas tidak memberikan bunga seperti sejumlah instrumen keuangan lainnya. Akibatnya, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas bagi sebagian investor.
Sejumlah pejabat The Fed telah memberi sinyal bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga jangka pendek pada pekan ini. Namun, kekhawatiran terhadap inflasi membuat investor memperkirakan jeda tersebut mungkin tidak berlangsung lama.
Investor Menanti Data PCE dan Pemilu AS
Selain keputusan suku bunga, investor menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis.
The Fed menggunakan indikator PCE untuk memantau inflasi dan mengevaluasi arah kebijakan moneter. Karena itu, data tersebut dapat membantu investor memperkirakan langkah bank sentral selanjutnya.
Pasar juga mencermati pemilihan umum paruh waktu AS pada 3 November. Investor berusaha menilai bagaimana hasil pemilu dapat memengaruhi kebijakan fiskal dan sentimen pasar keuangan.
Dalam catatannya, analis OCBC menekankan pentingnya dampak kebijakan setelah pemilu. Mereka menyoroti sejumlah faktor, termasuk kebijakan fiskal, tarif, belanja geopolitik, dan ketidakpastian pemerintah.
Menurut analis OCBC, faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury, nilai tukar dolar AS, serta harga emas.
Oleh karena itu, investor tidak hanya memperhatikan hasil pemilu. Mereka juga mencermati perubahan kebijakan yang berpotensi memengaruhi pasar keuangan global.
Harga Perak Naik, Platinum Melemah
Harga logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan yang beragam. Harga perak spot naik 0,2% menjadi US$ 54,01 per ons.
Sebaliknya, harga platinum turun 1,2% menjadi US$ 1.532,55 per ons. Harga platinum bahkan sempat menyentuh level terendah sejak November 2025.
Sementara itu, harga paladium naik 0,5% menjadi US$ 1.048,70 per ons.
Di tengah pergerakan tersebut, Nornickel, perusahaan asal Rusia sekaligus produsen paladium terbesar di dunia dan produsen utama nikel olahan, mengumumkan rencana perombakan besar-besaran pada tanur peleburannya.
Nornickel memperkirakan perombakan tersebut berpotensi mengurangi produksi sejumlah logam utamanya pada 2027–2028.
Rencana itu menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati pelaku pasar. Perubahan produksi dari perusahaan besar dapat memengaruhi prospek pasokan logam di pasar global.
Dengan demikian, investor perlu memperhatikan berbagai faktor yang menggerakkan harga logam mulia. Selain kebijakan suku bunga dan inflasi, harga energi serta prospek pasokan juga dapat memengaruhi pergerakan pasar. (ven*)
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









