Kurs Rupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.050

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah ke Rp18.050 per dolar AS di tengah tekanan sentimen global dan domestik.(Foto : CNBC Indonesia/Faizal Rahman)

Rupiah melemah ke Rp18.050 per dolar AS di tengah tekanan sentimen global dan domestik.(Foto : CNBC Indonesia/Faizal Rahman)

Jakarta, Britakini.com – Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (26/10/2026). Pelaku pasar kini mencermati sentimen ekonomi domestik, harga minyak dunia, dan arah kebijakan suku bunga AS.

Data Refinitiv menunjukkan rupiah dibuka pada level Rp18.050 per dolar AS. Angka tersebut melemah 10 poin atau 0,06% dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026) di level Rp18.040 per dolar AS.

Namun, indeks dolar AS (DXY) justru bergerak melemah. Pada pukul 09.00 WIB, indeks tersebut turun 0,17% ke level 101,636.

DXY mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia. Pelemahan indeks ini menunjukkan bahwa dolar kehilangan sebagian kekuatannya terhadap sejumlah mata uang utama, meskipun rupiah masih mengalami tekanan.

BI Menilai Tekanan Rupiah Masih Terkendali

Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti pernyataan Bank Indonesia (BI) mengenai tekanan terhadap rupiah. Sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan Indonesia.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menilai otoritas moneter masih mampu mengelola tekanan terhadap rupiah. Ia menyampaikan penilaian tersebut meskipun rupiah sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS.

Erwin juga melihat pelaku pasar mulai memahami dampak sentimen MSCI secara bertahap. Proses tersebut diharapkan dapat meredakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Meski demikian, pelaku pasar masih perlu mencermati perkembangan sentimen domestik. Perubahan persepsi investor dapat memengaruhi aliran modal dan pergerakan rupiah dalam perdagangan berikutnya.

Baca Juga :  Pendaftaran PMNC ID Spring 2026 Resmi Dibuka

Harga Minyak Turun, Risiko Pasokan Belum Hilang

Dari pasar global, harga minyak mentah mulai turun setelah melonjak tajam pada pekan sebelumnya. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebelumnya mendorong kenaikan harga energi dunia.

Reuters melaporkan harga minyak mentah Brent turun 1,34% menjadi US$115,16 per barel pada Senin (26/10/2026) pukul 07.18 WIB.

Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah ikut menekan harga minyak. Namun, investor masih mengkhawatirkan gangguan pasokan energi.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas energi di Arab Saudi selama akhir pekan.

Bagi Indonesia, pergerakan harga minyak memiliki dampak penting terhadap kebutuhan valuta asing. Sebagai negara pengimpor minyak bersih, Indonesia perlu menyediakan dolar AS untuk membayar impor energi.

Ketika harga minyak naik, biaya impor energi berpotensi meningkat. Kondisi ini dapat memperbesar kebutuhan dolar AS dan menambah tekanan terhadap rupiah.

Sebaliknya, penurunan harga minyak dapat membantu mengurangi tekanan biaya impor apabila tren tersebut berlanjut. Namun, risiko geopolitik masih dapat memicu perubahan harga secara cepat.

Keputusan Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan

Selain perkembangan harga minyak, investor juga menantikan sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat sepanjang pekan ini.

Pasar akan mencermati keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), data pertumbuhan ekonomi, dan laporan inflasi AS. Berbagai indikator tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter AS.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30 Ribu

Jika data ekonomi mendorong The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, dolar AS berpotensi memperoleh dukungan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan investor dalam menempatkan modal di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sebaliknya, sinyal penurunan suku bunga dapat mengurangi daya tarik aset berbasis dolar AS. Perubahan ekspektasi tersebut berpotensi membuka peluang bagi mata uang negara berkembang untuk menguat.

Meski begitu, arah rupiah tidak hanya bergantung pada kebijakan The Fed. Pelaku pasar juga perlu memperhitungkan kondisi ekonomi domestik, sentimen MSCI, dan perkembangan geopolitik.

Rupiah Menanti Arah Baru dari Pasar Global

Pergerakan rupiah pada awal pekan ini menunjukkan bahwa pasar masih menghadapi sejumlah tekanan. Sentimen domestik, harga minyak, dan kebijakan moneter AS menjadi faktor penting yang perlu investor cermati.

BI menilai tekanan terhadap rupiah masih dapat dikelola. Sementara itu, pelemahan harga minyak memberikan ruang bagi pasar untuk menilai kembali risiko biaya impor energi.

Namun, investor tetap perlu mengantisipasi keputusan The Fed dan perkembangan konflik di Timur Tengah. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi arah dolar AS dan arus modal ke Indonesia.

Dengan mencermati seluruh perkembangan tersebut, pelaku pasar dapat menilai faktor yang berpotensi memperkuat atau menekan rupiah dalam perdagangan selanjutnya.

Editor : Vendra

Sumber Berita: cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Harga Perak Antam 26 Oktober 2026, Cek Harga Terbaru
Dolar AS Menguat, Rupiah Masih Bertahan di Rp18.040
Pertamina Perkuat Distribusi BBM, Simak Dampak bagi Konsumen
Update Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS, Galeri 24
Saham WINR Naik 10%, Pengendali Tambah Free Float
Harga Emas Antam Turun, Simak Buyback dan Peluang Investasi
DSN MUI Siapkan Fatwa Kripto Syariah, Ini Kriterianya
IHSG Menguat 4,9%, Berikut 10 Saham Paling Cuan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Harga Perak Antam 26 Oktober 2026, Cek Harga Terbaru

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kurs Rupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.050

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Masih Bertahan di Rp18.040

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pertamina Perkuat Distribusi BBM, Simak Dampak bagi Konsumen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Update Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS, Galeri 24

Berita Terbaru

Harga perak Antam terbaru dan daftar harga perak batangan 250 gram serta 500 gram.

Ekonomi

Harga Perak Antam 26 Oktober 2026, Cek Harga Terbaru

Senin, 26 Okt 2026 - 15:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.050 per dolar AS di tengah tekanan sentimen global dan domestik.(Foto : CNBC Indonesia/Faizal Rahman)

Ekonomi

Kurs Rupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.050

Senin, 26 Okt 2026 - 13:00 WIB

Rupiah masih menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury.

Ekonomi

Dolar AS Menguat, Rupiah Masih Bertahan di Rp18.040

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:00 WIB

Pertamina meningkatkan pasokan BBM, jam operasional SPBU, dan layanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(Foto : Dok.Pertamina)

Ekonomi

Pertamina Perkuat Distribusi BBM, Simak Dampak bagi Konsumen

Minggu, 25 Okt 2026 - 17:00 WIB

Harga emas Pegadaian pada Minggu, 25 Oktober 2026, dengan tiga jenis emas mengalami penurunan.(Foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Update Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS, Galeri 24

Minggu, 25 Okt 2026 - 15:00 WIB