Strategi KDMP Wonokerto Tingkatkan Omzet hingga Rp260 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerai KDMP Desa Wonokerto yang kini berkembang menjadi ritel modern.(Foto : Kompas.com/MOH.ANAS)

Gerai KDMP Desa Wonokerto yang kini berkembang menjadi ritel modern.(Foto : Kompas.com/MOH.ANAS)

KDMP Wonokerto Raup Omzet Rp260 Juta dari Modal Rp2 Juta

Pasuruan, Britakini.comKoperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berhasil meningkatkan omzet usahanya secara signifikan.

Koperasi tersebut memulai usaha dengan modal sekitar Rp2 juta. Kini, KDMP mampu mencatat omzet rata-rata Rp260 juta per bulan.

Pada awal berdiri, koperasi hanya menjual sembako melalui kerja sama dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Pengurus kemudian mengembangkan usaha hingga menjadi gerai ritel modern.

Selain melayani masyarakat, KDMP Desa Wonokerto kini memasok kebutuhan sejumlah toko kelontong di sekitarnya.

Berawal dari Modal Rp2 Juta

KDMP Desa Wonokerto menjadi satu dari delapan proyek percontohan atau pilot project koperasi nasional di Jawa Timur yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Koperasi tersebut berdiri pada 21 April 2025 di depan Kantor Desa Wonokerto. Pengurus kemudian mengembangkan gerai sembako menjadi toko ritel modern dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Ketua Koperasi Merah Putih Desa Wonokerto, Muhammad Yusril Suhendra, mengatakan warga membentuk koperasi melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).

Namun, tidak ada warga yang bersedia mencalonkan diri sebagai ketua saat pembentukan pengurus. Warga akhirnya memilih ketua melalui mekanisme voting.

“Setelah itu, ketua menunjuk susunan pengurus lainnya. Kebetulan saya yang ditunjuk saat itu,” ujar Yusril saat ditemui Kompas.com, Jumat (14/8/2026).

Setelah membentuk kepengurusan, pengurus langsung menjalankan kegiatan koperasi meski mereka hanya memiliki modal terbatas.

Pengurus menetapkan simpanan pokok sebesar Rp100.000 dan simpanan wajib Rp10.000 per bulan bagi setiap anggota. Dari iuran tersebut, koperasi mengumpulkan modal awal sekitar Rp2 juta.

Gunakan Sistem Konsinyasi

Pengurus mencari cara agar koperasi tetap dapat beroperasi dengan modal terbatas. Mereka kemudian bernegosiasi dengan Perum Bulog dan sejumlah pemasok untuk menggunakan sistem konsinyasi atau titip jual.

Melalui sistem tersebut, pemasok mengirim barang terlebih dahulu. Koperasi membayar barang setelah produk terjual. Pemasok memberikan waktu pembayaran hingga satu bulan.

“Dengan uang modal Rp2 juta, tentu tidak mungkin cukup untuk membuat gerai sembako. Namun, karena status kami sebagai pilot project, para pemangku kepentingan seperti Pertamina, Bulog, hingga ID Food datang berkunjung dan bersedia bermitra,” kata Yusril.

Baca Juga :  Bank Indonesia Perkuat Pertanian Sungai Penuh Lewat Kolaborasi Teknologi

Pengurus juga melihat peluang usaha dari lokasi gerai yang berada di sekitar kawasan pendidikan. Di sekitar gerai terdapat SD, TK, dan MTs.

Mereka kemudian mengembangkan penjualan es krim dengan menggandeng pemasok Walls dan Aice.

Melalui kerja sama tersebut, koperasi memperoleh fasilitas freezer. Fasilitas itu memungkinkan koperasi memulai usaha es krim dengan modal kurang dari Rp2 juta.

LPDB Berikan Pembiayaan Rp864,3 Juta

Perkembangan usaha KDMP Desa Wonokerto berlanjut setelah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menawarkan pembiayaan.

Koperasi mengajukan proposal bisnis senilai Rp1,3 miliar. LPDB kemudian menyetujui pembiayaan sebesar Rp864,3 juta dengan bunga 3 persen per tahun.

LPDB meminta jaminan pribadi untuk pembiayaan tersebut. Kepala Desa Wonokerto dan istrinya memberikan tujuh sertifikat tanah sebagai jaminan.

Pengurus menggunakan jaminan pribadi tersebut karena tanah kas desa tidak dapat mereka jadikan agunan.

“Dana pembiayaan yang cair pada September tersebut kami gunakan untuk membangun dua unit usaha utama, yaitu minimarket ritel dan gudang pasokan,” ujar Yusril.

Pengurus menyadari mereka belum memiliki pengalaman di bidang ritel. Karena itu, koperasi merekrut konsultan ritel profesional untuk membantu mengembangkan usaha.

Konsultan memberikan pendampingan secara langsung selama 35 hari. Mereka melatih pegawai dalam berbagai bidang, mulai dari kasir, manajemen stok, input barang, penataan produk, pelayanan pelanggan, hingga penggunaan sistem.

Konsultan juga memberikan pendampingan secara daring selama satu tahun.

“Alhamdulillah, unit usaha minimarket dan gudang Koperasi Merah Putih resmi melakukan grand opening pada 30 Oktober 2025 lalu,” kata Yusril.

Saat ini, unit usaha ritel tersebut mempekerjakan lima orang pegawai lokal. Gerai buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Koperasi kini mencatat omzet rata-rata sekitar Rp260 juta per bulan dari kegiatan usaha tersebut.

Bantu Warung Kelontong Tetap Bertahan

Yusril menegaskan koperasi tidak ingin kehadiran minimarket mematikan warung kelontong di sekitar Desa Wonokerto.

Karena itu, pengurus memberikan harga khusus kulakan atau grosir kepada pemilik toko kelontong.

Baca Juga :  Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp17.405

Pengurus mengambil langkah tersebut setelah sejumlah pedagang mengeluhkan sulitnya bersaing dengan koperasi. Para pedagang terutama menghadapi persaingan harga barang bersubsidi yang koperasi jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sebagai contoh, koperasi sebelumnya menjual LPG 3 kilogram dengan harga Rp18.000. Sementara itu, sejumlah toko lain menjual produk yang sama dengan harga Rp20.000 hingga Rp21.000.

Kini, koperasi menjual LPG 3 kilogram kepada pedagang atau pemilik toko kelontong dengan harga kulakan Rp17.000.

“Nah, pemilik toko-toko kelontong dapat membeli di koperasi kemudian menjual kembali kepada masyarakat seharga Rp18.000 atau Rp19.000. Dengan demikian, pedagang kecil tetap mengantongi keuntungan tanpa kehilangan pembeli,” jelas Yusril.

Koperasi juga menjaga pemerataan distribusi barang bersubsidi seperti Minyakita dan beras SPHP Bulog.

Untuk mencegah pembelian dalam jumlah besar, pengurus membatasi pembelian konsumen maksimal dua liter per orang setiap hari.

“Aturan itu agar mencegah monopoli borongan dan memastikan stok terbagi adil di semua warga,” tambahnya.

Berikan Poin Belanja untuk Anggota

Pengurus tidak hanya mengembangkan usaha. Mereka juga memberikan poin kepada warga setiap kali berbelanja di koperasi.

Program tersebut bertujuan meningkatkan manfaat koperasi bagi masyarakat sekaligus mendorong warga bergabung sebagai anggota.

Koperasi juga akan membagikan sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota setiap tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setiap kali berbelanja, poin akan terkumpul dan diakumulasikan menjadi paket bingkisan THR sembako saat hari raya. Sehingga belanja di koperasi memberikan dampak kemanfaatan kembali ke warga,” kata Yusril.

Kepala Desa Dukung Koperasi

Kepala Desa Wonokerto Sugiono mengaku senang melihat perkembangan koperasi tersebut. Ia juga mendukung pembiayaan koperasi dengan menjadikan sertifikat tanah miliknya sebagai agunan.

Sugiono berharap koperasi yang berada di depan Kantor Desa Wonokerto itu dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Karena semangatnya koperasi di sini tidak memosisikan diri sebagai musuh pedagang kecil, melainkan sebagai distributor atau pemasok utama grosir terdekat dengan harga murah sehingga memotong rantai pasok pedagang lokal,” kata Sugiono. (Ven*)

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Terbaru, Cek Laku Emas Hari Ini
BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000
Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini
Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu
Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada
Harga Emas Antam Naik, Buyback Tembus Rp2,5 Juta
Rupiah Tertekan, Pasar Nantikan Inflasi AS dan MSCI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Turun Lengkap
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Terbaru, Cek Laku Emas Hari Ini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Strategi KDMP Wonokerto Tingkatkan Omzet hingga Rp260 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu

Berita Terbaru

Toyota bZ4X menjadi salah satu mobil listrik yang mendapat subsidi hingga 1,3 juta yen di Tokyo.(Foto: Agung Pambudhy/Detik.com)

Teknologi

Harga Toyota bZ4X Turun Drastis Berkat Subsidi Tokyo

Minggu, 16 Agu 2026 - 23:00 WIB

Warga berkumpul di tenda pengungsian pascagempa.(Foto : ANTARA FOTO/MEGA TOKAN)

Nasional

Akses Jalan NTT Dibuka, Listrik Pulih Pascagempa

Minggu, 16 Agu 2026 - 21:00 WIB

Harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas kembali menjadi perhatian masyarakat pada Minggu, 16 Agustus 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Perhiasan Terbaru, Cek Laku Emas Hari Ini

Minggu, 16 Agu 2026 - 19:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Semumu, Minggu (16/08/2026).

Sungai Penuh

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Renungan Suci Kemerdekaan

Minggu, 16 Agu 2026 - 17:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa menghadiri pengukuhan Paskibraka Kota Sungai Penuh Tahun 2026 di Gedung Nasional, Sabtu (15/8/2026).

Sungai Penuh

Hutri Randa Tekankan Disiplin kepada Paskibraka Sungai Penuh

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:00 WIB