Jakarta, Britakini.com — Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18 ribu per dolar AS mendorong sebagian masyarakat mulai melirik investasi valuta asing (valas). Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan, banyak orang menganggap dolar AS dan mata uang asing lainnya sebagai aset pelindung nilai (safe haven).
Namun, apakah sekarang menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi di valas?
Para perencana keuangan membagikan sejumlah tips penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum masuk ke instrumen ini.
Belum Waktu Ideal Masuk Agresif
Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, menilai saat ini belum menjadi waktu ideal untuk masuk ke valas secara agresif.
Ia menilai banyak faktor masih membuat pergerakan kurs sulit diprediksi. Faktor tersebut meliputi kondisi ekonomi dalam negeri, arah kebijakan fiskal pemerintah, sentimen investor asing, hingga potensi intervensi pemerintah dan Bank Indonesia.
Menurut Dandy, pelemahan rupiah tidak selalu berlangsung lama. Karena itu, Anda sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tren saat ini.
Gunakan Strategi Pembelian Bertahap
Perencana Keuangan Andi Nugroho menyarankan investor menggunakan pendekatan yang lebih terukur. Ia mendorong penggunaan metode dollar cost averaging (DCA), yaitu membeli valas secara bertahap dan rutin.
Dengan strategi ini, Anda dapat mengurangi risiko membeli di harga tinggi sekaligus meredam dampak fluktuasi kurs. Anda juga tidak perlu menebak kapan nilai tukar berada di titik tertinggi atau terendah.
Diversifikasi Mata Uang Penting
Anda sebaiknya tidak hanya membeli dolar AS. Andi menekankan pentingnya diversifikasi ke beberapa mata uang.
Dengan menyebar investasi ke dua atau tiga mata uang berbeda, Anda dapat mengurangi risiko sekaligus membuka peluang keuntungan lebih luas. Beberapa mata uang yang bisa Anda pertimbangkan antara lain dolar Australia, dolar Singapura, dan yen Jepang.
Dandy juga merekomendasikan franc Swiss dan dolar Singapura karena keduanya relatif stabil. Namun, Anda tetap perlu menyesuaikan pilihan dengan tujuan investasi, profil risiko, dan kondisi ekonomi global.
Alternatif Aman Sambil Menunggu
Jika Anda belum yakin masuk ke valas, Anda bisa menunggu sambil menjaga likuiditas. Dandy menyarankan Anda menerapkan strategi wait and see hingga kondisi ekonomi lebih jelas.
Sebagai alternatif, Anda dapat menempatkan dana pada instrumen yang lebih aman seperti deposito atau reksa dana pasar uang. (Ven*)








