Pemerintah Evaluasi Penambahan Kuota BBM Pertalite

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Jakarta, Britakini.com – Pemerintah mengkaji penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Langkah ini menyusul lonjakan konsumsi setelah masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi turut mendorong perubahan pilihan bahan bakar. Selain itu, gejolak geopolitik global ikut memengaruhi harga minyak dunia dan meningkatkan tekanan terhadap pasar energi.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah masih menghitung kebutuhan tambahan kuota Pertalite. Pemerintah ingin memastikan pasokan BBM nasional tetap mencukupi hingga akhir tahun.

“Ada kenaikan (kuota). Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Masih kami kaji,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Harga Pertamax Naik, Masyarakat Beralih ke Pertalite

Bahlil menjelaskan bahwa kenaikan konsumsi Pertalite berkaitan dengan perpindahan pengguna BBM RON 92, seperti Pertamax, ke BBM bersubsidi. Perubahan harga membuat sebagian konsumen memilih bahan bakar yang lebih terjangkau.

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta penutupan Selat Hormuz turut memicu gejolak pasar minyak internasional. Kondisi tersebut kemudian menekan harga energi dan memengaruhi harga BBM nonsubsidi di Indonesia.

Baca Juga :  Usaha Jahit Rumahan Tumbuh Lewat Kepercayaan Pelanggan

Akibatnya, masyarakat semakin banyak menggunakan Pertalite untuk menghemat pengeluaran. Perubahan pola konsumsi ini meningkatkan kebutuhan pasokan dan mendorong pemerintah menghitung kembali anggaran subsidi.

Bahlil menargetkan pemerintah menyelesaikan evaluasi penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026. Setelah itu, pemerintah dapat menentukan kebutuhan tambahan kuota berdasarkan hasil perhitungan.

“Untuk Pertalite nanti coba saya akan melakukan exercise di akhir bulan ini, ya. Memang ada terjadi peningkatan,” kata Bahlil.

BPH Migas Catat Kenaikan Konsumsi Pertalite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat lonjakan penyaluran Pertalite sejak pertengahan 2026. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut rata-rata penyaluran sebelumnya mencapai 75.795 kiloliter (kl) per hari.

Namun, kenaikan harga Pertamax pada 10 Juni 2026 mengubah pola konsumsi masyarakat. Saat itu, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Setelah kenaikan harga tersebut, penyaluran Pertalite ikut meningkat. Data BPH Migas menunjukkan perkembangan berikut:

  • 10 Juni 2026: Penyaluran Pertalite mencapai 82.760 kl per hari. Angka ini naik 9,19 persen atau bertambah 6.965 kl per hari dibandingkan rata-rata sebelumnya.
  • Juli 2026: Penyaluran meningkat menjadi 85.589 kl per hari. Angka tersebut naik 12,92 persen atau bertambah 9.794 kl per hari dari rata-rata awal.
  • Agustus 2026: Penyaluran turun tipis menjadi 84.368 kl per hari. Meski demikian, angka tersebut masih jauh di atas rata-rata sebelum kenaikan harga Pertamax.

Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi beriringan dengan meningkatnya permintaan Pertalite. Karena itu, pemerintah perlu menghitung kebutuhan pasokan secara cermat.

Pemerintah Evaluasi Kuota Pertalite hingga Akhir Tahun

Lonjakan konsumsi mendorong pemerintah mengevaluasi kuota Pertalite dan kebutuhan anggaran subsidi. Pemerintah perlu menyesuaikan perencanaan agar dapat memenuhi permintaan masyarakat.

Selain menghitung kebutuhan tambahan, pemerintah juga harus menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi. Langkah ini penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pasokan sesuai kebutuhan.

Pemerintah menargetkan evaluasi selesai pada akhir Oktober 2026. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan penambahan kuota Pertalite hingga akhir tahun.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menjaga ketersediaan Pertalite sekaligus mengantisipasi lonjakan konsumsi akibat perubahan harga BBM nonsubsidi. (ven*)

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target Harga
Rupiah Tertekan! Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Dolar
BI Kurangi SRBI, Likuiditas Perbankan Menguat Rp 90 Triliun
Update Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Hartadinata
Harga Emas Pegadaian Turun, Cek Harga Antam dan UBS
MSCI Picu Risiko Kredit Indonesia, Fitch Beri Peringatan
Harga Perak Antam Terbaru, Peluang Investasi dan Daftar Harga
Kurs Rupiah Hari Ini Melemah, Investor Waspadai Dolar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target Harga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pemerintah Evaluasi Penambahan Kuota BBM Pertalite

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Rupiah Tertekan! Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Dolar

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:00 WIB

BI Kurangi SRBI, Likuiditas Perbankan Menguat Rp 90 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Hartadinata

Berita Terbaru

Saham SpaceX mengalami penurunan 9 persen meski analis Wall Street menaikkan target harga saham.(Foto : CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk/Dok. Angela Weiss/AFP)

Ekonomi

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target Harga

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:00 WIB

 Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Ekonomi

Pemerintah Evaluasi Penambahan Kuota BBM Pertalite

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.080 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Ekonomi

Rupiah Tertekan! Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Dolar

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:00 WIB

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Tian)

Ekonomi

BI Kurangi SRBI, Likuiditas Perbankan Menguat Rp 90 Triliun

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:00 WIB

Daftar harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi, Jumat (23/10/2026).(foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Update Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Hartadinata

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:00 WIB