Investasi Inovasi Menurun, Indonesia Genjot Ekonomi Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan tren penurunan pendanaan inovasi di Asia Tenggara dalam forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) di Jakarta.(Foto: CNN Indonesia/ Loamy Noprizal)

Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan tren penurunan pendanaan inovasi di Asia Tenggara dalam forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) di Jakarta.(Foto: CNN Indonesia/ Loamy Noprizal)

Pendanaan Inovasi Menurun di Asia Tenggara

Jakarta, Britakini.com — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa pendanaan inovasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Meutya menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi di seluruh kawasan sejak 2021. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) di Jakarta pada Selasa (23/6).

Ia menilai krisis kepercayaan telah memicu kondisi tersebut. Pemerintah kemudian berupaya memulihkan kepercayaan agar investor kembali menanamkan modal di Indonesia.

Nilai Ekonomi Digital Belum Berdampak Optimal

Meutya merujuk laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain. Ia mencatat ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025. Angka ini setara sepertiga ekonomi digital ASEAN.

Namun, ia menegaskan bahwa angka besar belum otomatis menunjukkan kekuatan ekonomi. Pemerintah perlu mengarahkan nilai tersebut agar benar-benar meningkatkan produktivitas.

Baca Juga :  Motorola Edge 70 Plus: Kamera 200 MP, Harga Fantastis

Ia juga menyoroti masalah retensi nilai. Ia menilai Indonesia berpotensi merugi jika nilai ekonomi digital mengalir ke platform global di luar negeri.

Karena itu, pemerintah mendorong pembagian manfaat yang lebih adil. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan digital memberikan dampak langsung di dalam negeri.

Kesenjangan Internet dan Perluasan 5G

Meutya mencatat sekitar 19 persen penduduk Indonesia belum memiliki akses internet. Kondisi ini setara sekitar 3.000 desa.

Pemerintah terus mendorong pemerataan akses digital. Salah satu langkahnya dengan memperluas jaringan 5G di berbagai wilayah.

Kolaborasi DEAL dan Program Nyata

Forum DEAL menghasilkan delapan komitmen bersama. Komitmen itu mencakup penguatan telekomunikasi, perlindungan konsumen, dan inovasi digital.

Forum juga memperkuat ekosistem technopreneur, startup, AI nasional, inklusivitas teknologi, dan efisiensi logistik.

Forum ini melibatkan berbagai pihak. Pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, dan komunitas berkolaborasi dalam satu ekosistem.

Baca Juga :  Rekomendasi Tablet Pengganti Laptop Terbaik Tahun 2026

Sejumlah program telah berjalan di berbagai daerah. Pemerintah memanfaatkan IoT untuk membantu petani dan pembudidaya ikan di Sleman, Banjarnegara, dan Lamongan.

Pemerintah juga menyelenggarakan pelatihan AI untuk 100 hingga 150 pelaku UMKM. Kegiatan ini berlangsung di Wonogiri dan Banyuwangi.

Selain itu, pemerintah mengembangkan fitur DARA. Fitur ini membantu mengurangi risiko adiksi gim pada anak.

Pemerintah juga membangun Dashboard Ecosystem sebagai pusat data nasional terpadu.

Rencana AI untuk Bantuan Sosial

Meutya menyampaikan rencana penggunaan AI dalam program bantuan sosial. Pemerintah menargetkan program ini menjangkau 18 juta keluarga.

Jumlah tersebut setara sekitar 50 juta warga Indonesia. Pemerintah telah melakukan uji coba program ini di Banyuwangi.

Jika berhasil, program ini berpotensi menjadi salah satu inklusi keuangan digital terbesar di Indonesia dengan cakupan penerima yang sangat luas. (Ven*)

Berita Terkait

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro
Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya
BYD Atto 1 Terlaris, Toyota Avanza Terus Membuntuti
Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru
Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
BYD Atto 1 Terbaru Diprediksi Berharga Rp260 Juta
5 Aplikasi Penghasil Uang Bisa Cair ke DANA
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:00 WIB

BYD Atto 1 Terlaris, Toyota Avanza Terus Membuntuti

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB