Wiryadi Bappeda Sungai Penuh Bawa Inspirasi Tiongkok

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

E. Wiryadi dari Bappeda Kota Sungai Penuh saat mengikuti program pelatihan internasional “Seminar on Rural Development and Poverty Reduction” di Beijing dan Yunnan, Tiongkok. (Dok. Pribadi)

E. Wiryadi dari Bappeda Kota Sungai Penuh saat mengikuti program pelatihan internasional “Seminar on Rural Development and Poverty Reduction” di Beijing dan Yunnan, Tiongkok. (Dok. Pribadi)

Britakini.com, Jambi — E. Wiryadi, aparatur sipil negara (ASN) dari Bappeda Kota Sungai Penuh, menimba pengalaman berharga saat mengikuti pelatihan internasional di Tiongkok.

Ia lolos dalam program “Seminar on Rural Development and Poverty Reduction for Officials from Developing Countries” yang berlangsung pada 14–27 Oktober 2025 di Beijing dan Provinsi Yunnan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Poverty Reduction Center in China (IPRCC) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM).
Pemerintah Tiongkok menanggung seluruh biaya pelatihan bagi peserta dari lebih dari sepuluh negara berkembang di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Belajar Langsung dari Ahli Pembangunan Dunia

Selama pelatihan, Wiryadi menunjukkan semangat belajar tinggi dan mencatat banyak ide yang bisa ia terapkan di Kota Sungai Penuh.
Ia menilai Tiongkok berhasil mengentaskan kemiskinan karena menggunakan sistem berbasis data, melibatkan banyak pihak, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Dalam program itu, ia belajar langsung dari para ahli pembangunan di IPRCC, Kementerian Pertanian Tiongkok, UNDP, dan World Bank.
Ia mempelajari berbagai kebijakan unggulan seperti Targeted Poverty Alleviation, Industrial Village Development, Employment-First Policy, dan Health Poverty Alleviation.

Setelah menyelesaikan sesi teori di Beijing, ia melakukan kunjungan lapangan ke Pu’er, Lancang, dan Menglian di Provinsi Yunnan.
Di sana, ia menyaksikan bagaimana kebijakan diterapkan secara nyata di tingkat desa.

“Di Lancang, masyarakat mengembangkan teh dan kopi melalui sistem kemitraan. Pemerintah menyiapkan infrastruktur, koperasi mengatur produksi, dan perusahaan membantu pemasaran. Semua pihak saling melengkapi,” ujar Wiryadi (5/10).

Ia juga melihat perubahan pola pikir masyarakat desa. Warga tidak lagi menunggu bantuan, melainkan aktif mengelola potensi lokal. Akibatnya, ekonomi desa tumbuh dan taraf hidup meningkat.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin Ajak Kritik Konstruktif Warga

Empat Pelajaran Penting untuk Sungai Penuh

Dari pengalaman tersebut, Wiryadi menyimpulkan empat pelajaran utama yang bisa diterapkan di daerahnya.

  1. Six Precisions
    Pemerintah Tiongkok membangun sistem data yang rinci untuk menentukan siapa yang miskin, penyebabnya, dan cara menanganinya.
    Data akurat membuat bantuan tepat sasaran dan transparan. Ketika keluarga sudah mandiri, bantuan dihentikan. Sistem ini menjadikan kebijakan efisien dan terukur.

  2. Industrial Village Model
    Setiap desa mengembangkan satu komoditas unggulan sebagai sumber ekonomi bersama.
    Pemerintah menyediakan infrastruktur, sedangkan koperasi dan sektor swasta mengatur produksi dan pemasaran.
    Model ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat identitas ekonomi desa.

  3. Employment First Policy
    Pemerintah menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama.
    Sekolah vokasi menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri agar lulusan langsung terserap kerja.

    “Satu anggota keluarga yang bekerja bisa memperbaiki ekonomi keluarga. Prinsip sederhana ini memberi dampak besar,” kata Wiryadi.

  4. Health Poverty Alleviation
    Pemerintah memperluas layanan kesehatan digital agar seluruh warga mendapat perlindungan.
    Klinik desa terhubung dengan rumah sakit kota sehingga masyarakat tidak lagi kehilangan penghasilan akibat biaya pengobatan tinggi.

Gagasan untuk Kota Sungai Penuh

Sepulang dari Tiongkok, Wiryadi menyusun rencana konkret untuk diterapkan di daerah asalnya.
Ia bertekad membangun sistem data keluarga rentan berbasis desa, memperkuat pendidikan vokasi, dan mengembangkan klaster industri lokal untuk komoditas seperti kopi, kayu manis, dan madu.

Baca Juga :  Hamparan Teh Nan Hijau di Bawah Kaki Gunung Kerinci.

Ia juga berencana mempercepat digitalisasi layanan publik di bidang kesehatan dan administrasi desa.
Menurutnya, langkah ini akan memperkuat perencanaan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengalaman ini memberi arah baru. Saya belajar bahwa keberhasilan berawal dari data yang baik, kerja sama yang kuat, dan niat tulus untuk memberdayakan masyarakat,” ujarnya dengan nada reflektif.

Belajar untuk Membangun Daerah

Bagi Wiryadi, kesempatan belajar ke luar negeri bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi tanggung jawab moral untuk membawa pulang pengetahuan baru dan menerapkannya di tanah kelahiran.

“Kita tidak perlu meniru negara lain, tapi kita bisa belajar dari praktik baik mereka. ASN harus terus belajar, beradaptasi, dan menerjemahkan ilmu menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia bertekad menjadikan ilmu yang diperoleh pondasi nyata dalam perencanaan pembangunan di Kota Sungai Penuh.
Ia juga akan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Pembangunan tidak cukup dengan proyek fisik. Kita harus membangun sistem, kepercayaan, dan manusia,” tegasnya.

Menurut Wiryadi, ASN harus terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Dunia bergerak cepat, dan aparatur negara wajib menjadi pembelajar sepanjang hayat.

(VVR*)

Berita Terkait

Kota Sungai Penuh Raih Empat Besar MTQ Jambi
PAN Umumkan Ketua Baru, Alfin Belum Konfirmasi
Ditjenpas Jambi dan Wako Sungai Penuh Teken MoU
Stabilitas Sosial Kunci Pembangunan Kerinci dan Sungai Penuh
Wawako Azhar Hamzah Buka Bimtek Ketahanan Pangan
8 Medali Emas diraih Atlit Bulutangkis Kota Sungai Penuh
Wako Alfin disambut Positif BWSS VI Mengatasi Banjir
Azhar Hamzah Apresiasi Presisi Merdeka Run 2025 di Jambi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 November 2025 - 22:50 WIB

Kota Sungai Penuh Raih Empat Besar MTQ Jambi

Sabtu, 15 November 2025 - 18:07 WIB

PAN Umumkan Ketua Baru, Alfin Belum Konfirmasi

Rabu, 5 November 2025 - 19:43 WIB

Wiryadi Bappeda Sungai Penuh Bawa Inspirasi Tiongkok

Minggu, 19 Oktober 2025 - 22:58 WIB

Ditjenpas Jambi dan Wako Sungai Penuh Teken MoU

Senin, 13 Oktober 2025 - 23:14 WIB

Stabilitas Sosial Kunci Pembangunan Kerinci dan Sungai Penuh

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto meninjau rencana pembangunan jembatan untuk akses pendidikan di daerah pelosok Indonesia.

Nasional

Komisi X Dukung Prabowo Bangun 300 Ribu Jembatan

Sabtu, 29 Nov 2025 - 22:39 WIB

Peserta Bujang Gadis Kota Sungai Penuh berpose bersama jajaran pendamping dan perwakilan pemerintah dalam acara pelepasan menuju ajang tingkat Provinsi Jambi.

Sungai Penuh

Sungai Penuh Lepas Duta Bujang Gadis ke Jambi

Kamis, 27 Nov 2025 - 17:37 WIB

Wako Alfin berdiskusi dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah, Agus Fatoni, di Kantor Kemendagri terkait usulan peningkatan Dana Transfer Daerah untuk Tahun Anggaran 2026/2027.

Sungai Penuh

Wako Alfin Dorong Peningkatan Dana Transfer Daerah 2026

Selasa, 25 Nov 2025 - 16:22 WIB

Para anak muda menikmati party jamu bersama penjual jamu keliling yang kini viral di kalangan Gen Z.

Kesehatan

Tren Party Jamu Gen Z Ramaikan Media Sosial

Minggu, 23 Nov 2025 - 16:00 WIB

Walikota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Walikota Azhar Hamzah menghadiri penutupan MTQ ke-54 di Kabupaten Muaro Jambi.

Jambi

Kota Sungai Penuh Raih Empat Besar MTQ Jambi

Sabtu, 22 Nov 2025 - 22:50 WIB