Jenewa, Britakini.com — Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memperingatkan dunia bahwa Iran akan menghadapi eskalasi besar jika pihak mana pun menyerangnya. Peringatan itu muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, meningkatkan ancaman militer terhadap Teheran, sehingga ketegangan antara kedua negara kembali meningkat.
AS Mengerahkan Kekuatan Militer
AS mengerahkan kekuatan udara dan laut dalam jumlah besar ke Timur Tengah. Trump juga mengancam akan menyerang Iran jika kesepakatan, khususnya terkait program nuklir, tidak tercapai. Langkah ini memperkuat tekanan Washington terhadap Teheran.
Negara-Negara Diminta Mencegah Eskalasi
Dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Gharibabadi meminta negara-negara pencinta damai mengambil langkah konkret untuk mencegah eskalasi. Ia menegaskan bahwa pihak mana pun yang memulai atau mendukung agresi akan menanggung seluruh konsekuensinya. Oleh karena itu, komunitas internasional harus bertindak agar situasi tidak memburuk.
Diplomasi dan Perundingan Berlanjut
Iran dan AS melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan mediasi Oman di Jenewa. Kedua pihak membahas program nuklir Iran, dan Washington memastikan perundingan akan berlanjut pada 26 Februari. Oman kembali memfasilitasi pertemuan tersebut.
Gharibabadi menegaskan Iran memilih diplomasi sebagai cara paling efektif untuk meredakan ketegangan. Ia menyatakan bahwa dialog terbaru membuka peluang membangun kepercayaan jika semua pihak saling menghormati dan mematuhi hukum internasional.
Ancaman dan Kesiapan Membela Diri
AS dan Israel terus meningkatkan ancaman militer setelah penindakan keras terhadap demonstrasi antipemerintah di Iran menewaskan ribuan orang. Namun, Gharibabadi menegaskan Iran siap membela kedaulatan dan rakyatnya jika diperlukan. Trump juga mengakui bahwa ia mempertimbangkan serangan terbatas apabila Iran gagal mencapai kesepakatan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa Iran akan menganggap setiap serangan sebagai tindakan agresi. Ia memastikan Iran akan merespons secara tegas sebagai bagian dari hak membela diri.
(Tim*)









