Jakarta, Britakini.com — Yamaha terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan lini kendaraan listrik. Pabrikan asal Jepang ini kini mengajukan paten desain skuter listrik baru yang menargetkan pasar global dengan karakter praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Desain Kompak dan Fungsional
Berdasarkan dokumen paten yang beredar dan dikutip dari GaadiWaadi (Selasa, 28/7/2026), Yamaha menghadirkan skuter listrik dengan desain kompak dan sporty. Yamaha secara jelas membedakan model ini dari Aerox-E yang sebelumnya lebih berfokus pada performa.
Yamaha merancang bagian depan dengan fascia tajam dan menyematkan lampu LED quad. Desain ini langsung memberikan kesan agresif sekaligus futuristis.
Yamaha tetap menggunakan dek kaki rata (flat floorboard). Desain ini membantu pengendara membawa barang dengan lebih mudah dan mendukung mobilitas harian.
Kenyamanan Jadi Prioritas
Yamaha melengkapi skuter ini dengan jok satu bagian dan panel instrumen digital. Yamaha juga menyusun tata letak instrumen secara lebih konvensional agar pengguna bisa merasakan kenyamanan dan kemudahan saat berkendara.
Performa dan Keseimbangan Lebih Optimal
Melalui dokumen paten, Yamaha menunjukkan penggunaan motor listrik berkonfigurasi mid-mounted di bagian tengah rangka. Sistem ini menyalurkan tenaga ke roda belakang melalui belt drive.
Dengan konfigurasi tersebut, Yamaha menciptakan distribusi bobot yang lebih seimbang. Hasilnya, pengendara dapat merasakan stabilitas dan kontrol yang lebih baik saat berkendara.
Penempatan Baterai Lebih Praktis
Yamaha menempatkan baterai di bawah jok untuk meningkatkan efisiensi ruang dan keseimbangan. Yamaha sengaja memilih posisi ini agar berbeda dari Aerox-E yang menggunakan dua baterai removable berkapasitas 1,5 kWh di dek kaki.
Spesifikasi Masih Dirahasiakan
Yamaha belum mengungkap detail spesifikasi skuter listrik ini. Hingga kini, Yamaha masih menutup informasi terkait kapasitas baterai, tenaga motor, dan jarak tempuh.
Meski begitu, Yamaha kemungkinan akan menghadirkan model ini sebagai pelengkap lini kendaraan listrik, bukan sebagai pengganti Aerox-E.
Sebagai pembanding, Yamaha Aerox-E sudah menggunakan motor listrik 9,5 kW, dua baterai 1,5 kWh yang bisa dilepas, serta mampu menempuh jarak hingga 117 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Strategi Global Yamaha
Yamaha belum mengumumkan jadwal peluncuran maupun negara tujuan pemasaran. Selain itu, Yamaha juga tidak selalu membawa setiap desain paten ke tahap produksi massal.
Namun, langkah ini tetap menegaskan strategi Yamaha dalam memperluas elektrifikasi roda dua secara global. Yamaha mengincar konsumen yang membutuhkan skuter listrik bergaya konvensional dengan tingkat kepraktisan tinggi.
Strategi ini sejalan dengan tren pasar, terutama di India. Di sana, konsumen semakin memilih skuter listrik sederhana yang mudah digunakan.
Kesuksesan Ather Rizta juga menunjukkan tingginya minat pasar terhadap skuter listrik yang mengutamakan kenyamanan dan kemudahan penggunaan sehari-hari. (Ven*)









