Rupiah Diprediksi Melemah, Konflik Iran-AS Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah masih menghadapi tekanan akibat konflik Iran-AS, harga minyak, dan kebijakan The Fed.(Foto : WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN/tribunnews.com)

Rupiah masih menghadapi tekanan akibat konflik Iran-AS, harga minyak, dan kebijakan The Fed.(Foto : WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN/tribunnews.com)

Jakarta, Britakini.com – Nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat perkembangan konflik Iran-Amerika Serikat, kenaikan harga minyak dunia, dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Di dalam negeri, pasar juga mencermati pengesahan APBN 2027. Pemerintah dan DPR menetapkan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS dalam anggaran tersebut.

Rupiah Melemah Tipis

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026).

Rupiah sempat melemah cukup dalam sebelum menutup perdagangan dengan penurunan tipis.

“Pada perdagangan pasar hari ini rupiah ditutup melemah tipis 3 point sebelumnya sempat melemah 40 point di level Rp17.981 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.978,” tutur Ibrahim, Selasa (29/9/2026).

Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya. Ia melihat tekanan pelemahan masih membayangi mata uang Garuda.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.980 – Rp18.030,” ucapnya.

Konflik Iran-AS Tekan Rupiah

Ibrahim meminta pasar valuta asing mencermati perkembangan konflik Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini

Pelaku pasar juga mengikuti upaya diplomasi untuk mengakhiri perang serta pembahasan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Konflik tersebut dapat memengaruhi pasar keuangan karena kondisi di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.

Reuters melaporkan harga minyak Brent kembali menembus level 100 dolar AS per barel. Ketidakpastian konflik dan proses negosiasi turut menarik perhatian pasar terhadap pergerakan harga minyak.

Kenaikan harga energi juga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.

Pasar Menunggu Kebijakan The Fed

Selain konflik geopolitik, pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan The Fed.

Kenaikan harga energi dan kekhawatiran terhadap inflasi kembali mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga.

Reuters mencatat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober telah berada di atas 70 persen pada 29 September 2026.

Pasar juga menunggu sejumlah data penting dari Amerika Serikat yang akan rilis pekan ini.

Data tersebut meliputi indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), ISM Purchasing Managers’ Index (PMI), dan nonfarm payrolls (NFP).

Pelaku pasar akan menggunakan data tersebut untuk memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed berikutnya.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Teken Komitmen Meritokrasi Bersama BKN

APBN 2027 Tetapkan Rupiah Rp17.500

Dari dalam negeri, pemerintah dan DPR menyepakati sejumlah asumsi makroekonomi dalam APBN 2027.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan inflasi sebesar 2,5 persen.

Pemerintah dan DPR juga menetapkan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal pada 2027.

Pemerintah dan DPR turut menetapkan defisit APBN sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah menargetkan pendapatan negara sekitar Rp3.435,1 triliun dalam APBN 2027. Sementara itu, pemerintah menetapkan belanja negara sebesar Rp4.106,2 triliun.

Pemerintah Dorong Investasi dan Ekspor

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen melalui peningkatan investasi dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memperkuat kebijakan ekspor dan mengoptimalkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Pemerintah juga mengembangkan bursa komoditas untuk memperkuat perekonomian nasional.

Perkembangan konflik Iran-AS, harga minyak dunia, kebijakan The Fed, serta data ekonomi Amerika Serikat dan Indonesia akan terus memengaruhi pergerakan rupiah. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: tribunnews.com

Berita Terkait

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi
Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat
Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed
Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam
Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB