PLTA Kerinci Dorong Target Net Zero Emission 2060

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan PLTA Kerinci di Jambi terus berlanjut, ditargetkan beroperasi pada November 2025.

Pembangunan PLTA Kerinci di Jambi terus berlanjut, ditargetkan beroperasi pada November 2025.

Britakini.com, Jakarta – Kalla Group memperkuat langkahnya dalam mendorong transisi energi bersih nasional.

Tiga proyek besar Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang digarap perusahaan ini menghasilkan total kapasitas mencapai 1.100 Mega Watt (MW).

Melansir dari CNBC Indonesia proyek-proyek ini memberikan kontribusi besar terhadap pasokan listrik nasional.

Selain itu, ketiganya juga mencerminkan kemajuan nyata dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan.

CEO Kalla Group, Solihin Kalla, mengungkapkan bahwa lokasi ketiga PLTA tersebut berada di wilayah strategis, yakni ,  Poso, Sulawesi Tengah (515 MWp) ,  Malea, Sulawesi Selatan (95 MWp), Kerinci, Jambi (315 MWp)

Baca Juga :  Batas Beli Emas Pegadaian, Cek Aturannya Sekarang

Solihin menegaskan bahwa semua proyek ini memanfaatkan potensi air sebagai sumber energi berkelanjutan.

Tim di lapangan menggunakan teknologi modern untuk memastikan efisiensi optimal, menjaga stabilitas pasokan listrik, serta menekan emisi karbon secara signifikan.

Menurutnya saat ini, khusus pembangunan PLTA Kerinci telah memasuki tahap uji coba sistem. Kalla Group menargetkan Commercial Operation Date (COD) pada awal November 2025.

“COD-nya itu awal November. Sekarang kami sedang testing. PPA kami dengan PLN berlaku mulai November untuk sambungan ke national grid,” ujar Solihin.

Baca Juga :  Resep Bolu Keju Cheddar Lembut Gurih Praktis

Jika sesuai jadwal, PLTA Kerinci akan segera memperkuat jaringan listrik nasional, khususnya untuk wilayah Sumatera.

Kalla Group melihat pengembangan PLTA sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Selain itu juga  mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, langkah ini juga memperkuat kemandirian energi nasional.

Lebih penting lagi, proyek ini sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060. Melalui pasokan listrik bersih dari sungai-sungai Indonesia,

Kalla Group berharap dapat membantu membangun masa depan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan mandiri secara energi.

Penulis : Eni Syamsir

Editor : Vendra

Sumber Berita: Inbrita.com

Berita Terkait

Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat
Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap
Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik
15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
Perjuangan Atlet Indonesia Berbuah Lima Emas Asian Games
PPPK Paruh Waktu Minta Formasi 2027 Merata
Mutasi 88 Perwira Polri, Cek Daftar Jabatan Baru
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:00 WIB

15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI

Berita Terbaru

Rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (13/10/2026) seiring meningkatnya tekanan geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp20.000 menjadi Rp2.574.000 per gram pada Selasa (13/10/2026).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, di tengah penguatan dolar AS dan penantian data inflasi.(Foto By AI)

Ekonomi

Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang 2026 yang menawarkan koin dari aktivitas menonton video drama dan penarikan saldo melalui dompet digital. (Foto: redaksi/tribunsumbar.com)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin

Selasa, 13 Okt 2026 - 02:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober 2026 menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.(Foto : YouTube Al Arabiya/tribunnews.com)

Internasional

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka

Senin, 12 Okt 2026 - 22:00 WIB