Penerbangan Hang Nadim Batam Normal, Kabut Asap Dipantau

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam kembali normal di tengah kondisi kabut asap.(Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam kembali normal di tengah kondisi kabut asap.(Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Jakarta, Britakini.com – Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali melayani penerbangan secara normal pada Minggu (18/10/2026). Jarak pandang yang masih memenuhi standar keselamatan memungkinkan pilot melakukan lepas landas dan pendaratan dengan lancar.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan kabut asap tidak mengganggu aktivitas penerbangan pada Minggu. Karena itu, seluruh aktivitas penerbangan dapat berjalan normal.

“Untuk asap, hari ini alhamdulillah tidak berdampak ke penerbangan sehingga aktivitas take-off dan landing bisa dilakukan secara lancar oleh pilot,” kata Annang, seperti dikutip dari Antara.

Jarak Pandang Bandara Hang Nadim Capai 3.000 Meter

Annang mengatakan sejumlah pilot sempat mengkhawatirkan kondisi kabut asap di Batam. Salah satunya ialah pilot penerbangan Batik Air Malaysia yang mempertanyakan kondisi udara sebelum mendarat.

Namun, pilot tersebut tetap dapat mendarat dengan normal. Annang pun menyampaikan rasa syukurnya karena kondisi udara masih mendukung keselamatan penerbangan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menyebut jarak pandang di sekitar bandara masih berada di atas 3.000 meter atau tiga kilometer.

Menurut Ramlan, jarak pandang tersebut masih memenuhi standar pendaratan pesawat. Oleh karena itu, bandara dapat melayani penerbangan selama kondisi cuaca tetap mendukung keselamatan.

Baca Juga :  Rahasia Bisnis Souvenir Pernikahan Laris Modal Kecil Profit

Kabut Asap Batalkan Penerbangan Susi Air

Sebelum kondisi membaik, kabut asap sempat mengganggu sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Hang Nadim. Pada Jumat (16/10/2026), pengelola bandara mencatat pembatalan satu penerbangan perintis Susi Air untuk rute Batam–Rengat pulang pergi.

Selain itu, kabut asap menyebabkan keterlambatan tiga penerbangan. Ketiga penerbangan tersebut melayani rute Palembang–Batam, Batam–Pekanbaru, dan Batam–Jakarta.

Sehari sebelumnya, kabut asap juga mengganggu penerbangan internasional dari Kuala Lumpur, Malaysia. Saat itu, asap mengurangi jarak pandang di landasan pacu sehingga menghambat aktivitas penerbangan.

Ramlan menduga asap yang menyelimuti Batam berasal dari sejumlah wilayah lain. Wilayah tersebut mencakup Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan.

Hujan Diharapkan Mengurangi Kabut Asap Batam

Ramlan berharap hujan yang berpotensi turun dalam beberapa hari mendatang dapat mengurangi konsentrasi asap di Batam. Hujan berpeluang membantu membersihkan udara dan memperbaiki jarak pandang.

Namun, hujan belum mengguyur seluruh wilayah secara merata. Ramlan menjelaskan bahwa hujan baru turun secara sporadis di sejumlah titik. Akibatnya, hujan belum memberikan dampak maksimal terhadap penurunan konsentrasi asap.

Di sisi lain, Batam dan Kepulauan Riau diperkirakan mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan pada akhir Oktober. Kemudian, angin utara diperkirakan mulai bertiup pada awal November.

Baca Juga :  Prabowo Kunjungan ke Yordania Perkuat Hubungan Bilateral

Perubahan cuaca tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau kondisi kabut asap di Kepulauan Riau.

Batam Belum Menggelar Operasi Modifikasi Cuaca

Terkait penanganan kabut asap, Ramlan mengatakan pemerintah belum menjalankan operasi modifikasi cuaca di Batam. Saat ini, petugas melaksanakan operasi tersebut di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

“Operasi modifikasi cuaca yang sedang berlangsung berada di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara. Untuk saat ini kita di Batam tidak ada,” ujar Ramlan.

Ramlan menjelaskan bahwa petugas perlu mempertimbangkan kondisi atmosfer sebelum menjalankan operasi modifikasi cuaca. Sebab, operasi tersebut membutuhkan potensi pembentukan awan yang memadai agar pelaksanaannya berjalan efektif.

Oleh karena itu, pihak terkait perlu terus memantau perkembangan cuaca dan konsentrasi asap di Batam. Sementara itu, pengelola Bandara Hang Nadim terus memperhatikan jarak pandang untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Dengan jarak pandang yang masih memenuhi standar operasional, Bandara Hang Nadim dapat melayani penerbangan secara normal pada Minggu (18/10/2026). Meski demikian, pihak terkait tetap perlu mengantisipasi perubahan cuaca dan kemungkinan peningkatan kabut asap dalam beberapa hari mendatang. (ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

BMKG Ingatkan Hujan Ringan dan Potensi Awan Cumulonimbus
Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla
Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara
Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla
Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan
Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat
Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap
Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Penerbangan Hang Nadim Batam Normal, Kabut Asap Dipantau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BMKG Ingatkan Hujan Ringan dan Potensi Awan Cumulonimbus

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Berita Terbaru

Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam kembali normal di tengah kondisi kabut asap.(Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Nasional

Penerbangan Hang Nadim Batam Normal, Kabut Asap Dipantau

Senin, 19 Okt 2026 - 01:00 WIB

OJK bersama SRO dan pelaku pasar memperkuat integritas pasar modal Indonesia melalui dialog di BEI.(Foto : Istimewa)

Ekonomi

OJK Perkuat Reformasi dan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 23:00 WIB

Prakiraan cuaca Jambi, Senin (19/10/2026), menunjukkan hujan ringan dan udara kabur di sejumlah kabupaten dan kota.(Foto : Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

Jambi

Cuaca Jambi Senin, Hujan Ringan dan Udara Kabur

Minggu, 18 Okt 2026 - 21:10 WIB

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

Harga BYD Racco di Sri Lanka Capai Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Ingatkan Hujan Ringan dan Potensi Awan Cumulonimbus

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB