Sungai Penuh, Britakini.com – Luhah Rio Jayo menyatakan kesiapan menyambut Kenduri Sko Tahun 2026, agenda adat besar yang menjadi simbol pelestarian budaya dan penguat persatuan masyarakat adat Kerinci.
Kenduri Sko 2026 mengangkat tema “Adot Lamo Pusako Usang” sebagai wujud komitmen masyarakat adat dalam menjaga dan menghidupkan kembali nilai pusaka leluhur agar tetap relevan di era modern.
Ninik Mamak Luhah Rio Jayo, Rio Anshari, menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar seremoni, melainkan amanah adat yang harus diwariskan kepada generasi penerus.
“Kenduri Sko menjaga marwah adat, memperkuat jati diri, dan menanamkan nilai luhur kepada anak cucu,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat Luhah Rio Jayo untuk berperan aktif dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Sesuai petuah adat warai’ ba jaweak, khalifah ba junjung, amanah ini harus kita jalankan bersama,” tambahnya.
Ketua Panitia Kenduri Sko, Depati Vendra Veda Rida, menyampaikan bahwa panitia menyiapkan pelaksanaan secara bertahap dengan mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan gotong royong.
“Kami menargetkan Kenduri Sko 2026 berjalan tertib, bermartabat, dan berkesan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kekompakan menjadi kunci utama keberhasilan, sejalan dengan pesan adat saciok kito bak ayang, sadentoing kito bak besoi.
Melalui Kenduri Sko, masyarakat berharap dapat memperkuat nilai adat, meningkatkan edukasi budaya bagi generasi muda, serta mendorong pengembangan pariwisata di Kota Sungai Penuh.









