Kebakaran Tahura STS Jambi Hanguskan 30 Hektare Lahan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran di kawasan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin Jambi menghanguskan sekitar 30 hektare lahan pada Kamis (8/10/2026).(Foto : Dok.BPBD Batang Hari)

Kebakaran di kawasan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin Jambi menghanguskan sekitar 30 hektare lahan pada Kamis (8/10/2026).(Foto : Dok.BPBD Batang Hari)

Muara Bulian, Britakini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS), Jambi, pada Kamis (8/10/2026). Kobaran api menghanguskan sekitar 30 hektare lahan setelah angin kencang mempercepat penyebaran api.

Tim gabungan menghadapi berbagai kendala saat memadamkan kebakaran tersebut. Mereka kesulitan mencapai titik api karena medan yang sulit dan harus mencari sumber air yang jauh dari lokasi.

Selain itu, kabut asap tebal menghambat upaya pemadaman melalui udara. Kondisi tersebut membuat petugas memaksimalkan penanganan melalui jalur darat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan Satgas Karhutla Batang Hari telah mengerahkan petugas untuk menangani kebakaran di Tahura STS Jambi.

Angin Kencang Mempercepat Penyebaran Api

Sholihin menjelaskan bahwa angin kencang membuat api menjalar dengan cepat. Akibatnya, kobaran api meluas dan menyulitkan petugas mengendalikan kebakaran.

Baca Juga :  Hindari 8 Minuman Ini Saat Pagi Perut Kosong

“Satgas Batang Hari melakukan pemadaman di Tahura STS Jambi. Angin yang cukup kencang memengaruhi pergerakan api sehingga kebakaran meluas,” kata Sholihin pada Jumat (9/10/2026).

Untuk mempercepat penanganan, petugas meminta bantuan satgas udara. Mereka berencana menggunakan helikopter untuk melakukan water bombing atau penyiraman air dari udara.

Namun, kabut asap tebal menghambat rencana tersebut. Jarak pandang yang terbatas membuat tim udara belum dapat membantu pemadaman secara optimal.

Petugas Memaksimalkan Pemadaman Lewat Darat

Karena menghadapi kendala di udara, tim gabungan memusatkan upaya pemadaman melalui jalur darat. Petugas berusaha menjangkau titik api meskipun harus melewati medan yang sulit.

Di sisi lain, keterbatasan sumber air turut memperlambat pekerjaan mereka. Petugas harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air bagi proses pemadaman.

Sholihin menyebut kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 30 hektare lahan. Tim gabungan terus berupaya mengendalikan api di tengah berbagai keterbatasan di lapangan.

Baca Juga :  Pemkot Jambi Usulkan 330 Formasi CPNS Tahun 2026

“Kita melakukan pemadaman di darat dengan keterbatasan sumber air yang jauh dan akses ke titik api yang sulit dijangkau. Luas lahan yang hangus terbakar sekitar 30 hektare,” tutur Sholihin.

Petugas Memadamkan Api Selama Tujuh Jam

Sholihin mengatakan petugas membutuhkan waktu sekitar tujuh jam untuk memadamkan kobaran api. Setelah mengendalikan kebakaran, tim gabungan melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan di area terdampak.

Pada tahap ini, petugas memeriksa lokasi kebakaran untuk menemukan bara api yang masih tersisa. Mereka juga memastikan bara tersebut tidak kembali memicu kebakaran baru.

“Kondisi terakhir saat ini tinggal sisa asap dan tim satgas kembali melakukan pendinginan,” kata Sholihin.

Tim gabungan melanjutkan proses pendinginan untuk menuntaskan penanganan karhutla di Tahura STS Jambi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan tersebut. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: jambi.tribunnews.com

Berita Terkait

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi
Kapolda Jambi Pimpin Serah Terima Pataka Siginjai Sakti
Dana Karhutla Jambi Rp30 Miliar, Ini Rincian Penggunaannya
Dana Karhutla Jambi Rp30 Miliar Belum Terserap
Penerbangan Sultan Thaha Jambi Terganggu Kabut Asap
Cuaca Jambi Rabu, Kerinci Berpotensi Hujan Ringan
Guru PPPK Dapat Kabar Besar, Berpeluang Jadi PNS
Pemkot Jambi Perpanjang PJJ Siswa Karena Kabut Asap
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Kapolda Jambi Pimpin Serah Terima Pataka Siginjai Sakti

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dana Karhutla Jambi Rp30 Miliar, Ini Rincian Penggunaannya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Dana Karhutla Jambi Rp30 Miliar Belum Terserap

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kebakaran Tahura STS Jambi Hanguskan 30 Hektare Lahan

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB