Kuala Lumpur, Britakini.com – Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, akhirnya menuntaskan penantian panjang mereka atas pasangan andalan tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Dengan permainan berani dan penuh determinasi, Ana/Trias meraih kemenangan dramatis yang sekaligus mengantar mereka ke babak perempatfinal Malaysia Open 2026.
Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (8/1/2026) siang WIB, Ana/Trias tampil solid sejak awal laga. Mereka menumbangkan unggulan kedua turnamen itu lewat duel ketat dua gim langsung dengan skor 26-24 dan 21-17.
Kemenangan ini memiliki makna lebih dari sekadar tiket ke babak delapan besar. Ana/Trias akhirnya membalas kekalahan pahit yang mereka alami dari Pearly/Thinaah di final SEA Games 2025. Hasil ini juga mengubah catatan pertemuan kedua pasangan menjadi 1-4.
Dendam SEA Games Jadi Sumber Motivasi
Ana mengakui bahwa kekalahan di final SEA Games tahun lalu masih membekas dalam ingatannya. Namun, alih-alih menjadi beban, pengalaman pahit itu justru memacu semangat mereka saat kembali berhadapan dengan wakil Malaysia di kandang lawan.
“Kami masih sangat ingat final SEA Games kemarin. Saat itu kami sudah unggul 3–4 poin di gim ketiga, tapi mereka bisa menyusul dan menang. Rasa sakit itu kami simpan dan kami jadikan motivasi agar hal yang sama tidak terulang,” ujar Ana dalam keterangan resmi PBSI.
Ana menegaskan bahwa kesiapan mental menjadi kunci utama untuk menghadapi tekanan besar dari atmosfer Axiata Arena yang dipenuhi pendukung tuan rumah.
“Alhamdulillah kami bisa bermain sesuai rencana. Sejak awal kami sudah menyiapkan pola permainan. Walau tekanannya besar karena mereka main di depan publik sendiri, kami memilih fokus pada permainan kami,” jelasnya.
Berani Ambil Risiko di Poin Kritis
Pertandingan berjalan sangat menegangkan, terutama di gim pertama yang harus ditentukan lewat adu setting. Dalam situasi genting tersebut, Ana/Trias memilih bermain lebih agresif dan berani mengambil risiko.
“Setelah mereka menyamakan kedudukan, kami sepakat untuk main lebih nekat. Di poin-poin krusial kami tidak boleh ragu. Kalau terlalu aman, justru bisa berbahaya,” kata Ana.
Pada gim kedua, Ana/Trias semakin percaya diri. Mereka memanfaatkan kondisi lapangan dengan baik dan terus menekan lawan.
“Di gim kedua kami berada di posisi menang angin, jadi lebih nyaman untuk menyerang dan menjaga tekanan,” tambahnya.
Peran Penting Instruksi Coach Karel Mainaky
Trias menilai kemenangan ini juga tidak lepas dari peran besar sang pelatih, Karel Mainaky. Dari pinggir lapangan, Coach Karel terus memberi instruksi dan menjaga fokus mereka sepanjang pertandingan.
“Di gim pertama kami sempat unggul jauh 11-1 saat interval, lalu tempo permainan agak menurun. Coach Karel terus mengingatkan kami untuk tetap fokus dan tidak mengendur,” ungkap Trias.
Menurut Trias, keberhasilan merebut gim pertama saat adu setting menjadi titik balik kepercayaan diri mereka.
“Di momen kejar-kejaran poin itu, kami hanya fokus mengejar bola. Selama shuttlecock belum jatuh, kami harus terus berjuang. Alhamdulillah kami bisa ambil gim pertama, lalu bermain lebih lepas di gim kedua. Akhirnya kami bisa pecah telur juga lawan mereka,” tutup Trias dengan penuh semangat.
Pada babak perempatfinal, Ana/Trias bersiap menghadapi tantangan berat berikutnya. Mereka berpotensi berjumpa pasangan kuat asal China atau Jepang.
(VVR*)









