Jakarta, Britakini.com – Isu tentang umur mobil listrik yang hanya mencapai 10 tahun kembali menarik perhatian pecinta otomotif. Banyak calon pembeli masih meragukan kemampuan baterai mobil listrik untuk bertahan dalam jangka panjang.
Kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Baterai mobil listrik memang mengalami penurunan kapasitas seiring waktu. Namun, proses itu berlangsung secara bertahap.
Mobil listrik juga tidak langsung berhenti beroperasi ketika memasuki usia 10 tahun.
Riset yang terbit di jurnal Nature Energy menunjukkan bahwa baterai mobil listrik dapat memiliki masa penggunaan optimal sekitar 10 hingga 20 tahun. Pola berkendara, kebiasaan mengisi daya, dan pengelolaan suhu ikut menentukan daya tahan baterai.
Jadi, angka 10 tahun bukan berarti pemilik harus mengganti mobil. Angka tersebut lebih berkaitan dengan masa garansi atau tingkat penurunan kapasitas baterai.
Lalu, benarkah umur mobil listrik hanya 10 tahun? Berikut penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (8/10/2026).
Benarkah Umur Mobil Listrik Hanya 10 Tahun?
Banyak orang masih menganggap mobil listrik hanya mampu bertahan selama satu dekade. Anggapan ini muncul karena masyarakat sering menyamakan masa garansi baterai dengan usia kendaraan.
Padahal, kedua hal tersebut berbeda.
Produsen memberikan garansi baterai untuk melindungi konsumen dari kerusakan tertentu. Garansi tersebut biasanya memiliki batas waktu dan jarak tempuh.
Setelah masa garansi berakhir, pemilik tetap dapat menggunakan mobil selama komponen kendaraan masih bekerja dengan baik.
Teknologi baterai lithium-ion juga terus berkembang. Produsen meningkatkan sistem pengelolaan baterai untuk menjaga performa dan mengurangi dampak degradasi.
Riset yang terbit di jurnal Nature Energy pada 2024 turut memberikan gambaran mengenai daya tahan kendaraan listrik.
Penelitian tersebut menganalisis lebih dari 29 juta kendaraan di Inggris yang beroperasi pada periode 2005 hingga 2022.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pakai kendaraan listrik semakin mendekati kendaraan dengan mesin pembakaran internal.
Karena itu, pemilik tidak perlu menganggap usia 10 tahun sebagai batas akhir penggunaan mobil listrik.
Baterai Mobil Listrik Mengalami Degradasi
Setiap baterai akan mengalami penurunan kapasitas setelah digunakan dalam waktu lama. Kondisi ini juga terjadi pada baterai mobil listrik.
Pemilik dapat memantau kondisi baterai melalui indikator State of Health atau SoH.
Indikator tersebut menunjukkan kapasitas baterai saat ini dibandingkan dengan kondisi ketika baterai masih baru.
Misalnya, baterai dengan SoH 80 persen masih dapat menjalankan mobil. Namun, kapasitasnya sudah berkurang 20 persen dibandingkan kondisi awal.
Penurunan kapasitas tersebut dapat mengurangi jarak tempuh kendaraan.
Meski begitu, penurunan kapasitas tidak berarti baterai langsung rusak. Mobil tetap dapat berjalan selama baterai dan sistem kendaraan bekerja dengan normal.
Faktor yang Memengaruhi Umur Baterai Mobil Listrik
Pemilik dapat memperpanjang usia baterai dengan memperhatikan beberapa faktor penting.
Cara penggunaan, suhu, dan kebiasaan mengisi daya dapat memengaruhi kondisi baterai dalam jangka panjang.
1. Jaga Suhu Baterai
Suhu ekstrem dapat mempercepat penurunan performa baterai. Suhu yang terlalu panas maupun terlalu dingin dapat memengaruhi kinerja sel baterai.
Karena itu, produsen melengkapi mobil listrik dengan sistem manajemen termal.
Sistem tersebut mengatur suhu baterai agar tetap berada dalam kondisi yang sesuai.
Pengguna di Indonesia perlu memberikan perhatian khusus pada faktor suhu. Cuaca panas dan kemacetan dapat meningkatkan temperatur kendaraan.
Pemilik sebaiknya memilih tempat parkir yang teduh. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi beban sistem pendingin baterai.
2. Perhatikan Kebiasaan Mengisi Daya
Kebiasaan mengisi daya juga memengaruhi umur baterai mobil listrik.
Pengguna sebaiknya tidak membiarkan baterai berada pada level sangat rendah dalam waktu lama.
Pengguna juga tidak perlu mengisi baterai hingga 100 persen setiap hari jika tidak membutuhkan jarak tempuh maksimal.
Untuk penggunaan harian, ikuti batas pengisian yang direkomendasikan produsen.
Pengguna juga dapat memakai AC charging di rumah untuk kebutuhan rutin.
Sementara itu, gunakan DC fast charging ketika membutuhkan pengisian daya dalam waktu singkat.
3. Perhatikan Siklus Pengisian
Setiap baterai memiliki jumlah siklus pengisian dan pengosongan tertentu.
Semakin sering pengguna melakukan siklus penuh, semakin banyak pula siklus baterai yang terpakai.
Namun, pemilik tidak perlu khawatir baterai langsung rusak setelah mencapai angka siklus tertentu.
Pola berkendara, suhu, jenis baterai, dan sistem manajemen baterai ikut menentukan usia pakai sebenarnya.
Penggunaan normal dapat membuat baterai tetap berfungsi selama bertahun-tahun.
Berapa Lama Garansi Baterai Mobil Listrik?
Garansi menjadi salah satu pertimbangan penting ketika seseorang membeli mobil listrik.
Banyak produsen menawarkan garansi baterai selama 8 tahun atau hingga 160.000 kilometer. Namun, setiap produsen dapat menerapkan ketentuan yang berbeda.
Karena itu, calon pembeli perlu membaca seluruh ketentuan garansi sebelum membeli kendaraan.
Perhatikan juga batas kapasitas baterai yang tercantum dalam garansi.
Beberapa produsen memberikan perlindungan ketika kapasitas baterai turun melewati batas tertentu selama masa garansi.
Dengan demikian, berakhirnya masa garansi tidak berarti pemilik harus berhenti menggunakan mobil.
Berapa Biaya Ganti Baterai Mobil Listrik?
Baterai menjadi salah satu komponen paling mahal dalam mobil listrik. Kondisi tersebut membuat biaya penggantian baterai menjadi perhatian konsumen.
Biaya penggantian baterai berbeda pada setiap kendaraan.
Kapasitas baterai, model mobil, jenis sel, dan harga komponen dapat memengaruhi biaya penggantian.
Mobil listrik kompak biasanya membutuhkan biaya penggantian baterai yang lebih rendah dibandingkan mobil listrik berukuran besar.
Biaya tersebut dapat mencapai puluhan hingga sekitar Rp100 juta untuk beberapa model.
Sementara itu, mobil listrik berukuran lebih besar dapat membutuhkan biaya hingga ratusan juta rupiah.
Mobil listrik premium dapat membutuhkan biaya yang lebih tinggi.
Namun, pemilik tidak selalu harus mengganti seluruh baterai ketika muncul masalah.
Teknisi dapat memeriksa baterai terlebih dahulu. Pemeriksaan tersebut dapat membantu menemukan bagian yang mengalami kerusakan.
Dengan cara tersebut, pemilik dapat mengetahui apakah kendaraan membutuhkan penggantian seluruh baterai atau hanya komponen tertentu.
Cara Memperpanjang Umur Baterai Mobil Listrik
Pemilik dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga baterai tetap sehat.
Pertama, ikuti batas pengisian yang direkomendasikan produsen. Untuk penggunaan harian, pengguna tidak perlu selalu mengisi baterai hingga 100 persen.
Kedua, jangan biarkan baterai kosong terlalu lama. Segera lakukan pengisian ketika kapasitas baterai sudah rendah.
Ketiga, gunakan fast charging sesuai kebutuhan. Untuk pengisian rutin, pengguna dapat menggunakan AC charging di rumah.
Keempat, pilih tempat parkir yang teduh. Cara ini dapat membantu mengurangi paparan panas pada kendaraan.
Kelima, lakukan pemeriksaan secara rutin. Bengkel resmi dapat memeriksa kondisi baterai dan sistem kendaraan.
Keenam, lakukan pembaruan perangkat lunak. Produsen dapat menghadirkan pembaruan sistem untuk meningkatkan pengelolaan baterai.
Apakah Mobil Listrik Bisa Bertahan Lebih dari 10 Tahun?
Mobil listrik bisa digunakan lebih dari 10 tahun.
Pemilik memang akan menghadapi penurunan kapasitas baterai seiring bertambahnya usia kendaraan. Namun, penurunan tersebut tidak otomatis membuat mobil berhenti beroperasi.
Selama baterai dan komponen utama kendaraan masih bekerja dengan baik, pemilik tetap dapat menggunakan mobil.
Karena itu, konsumen tidak perlu melihat angka 10 tahun sebagai batas akhir usia mobil listrik.
Perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kondisi baterai.
Kebiasaan mengisi daya yang baik juga dapat mengurangi tekanan pada baterai.
Selain itu, sistem manajemen baterai yang semakin berkembang dapat membantu produsen meningkatkan daya tahan kendaraan.
Pertanyaan Seputar Umur Mobil Listrik
Apakah mobil listrik langsung rusak setelah 10 tahun?
Tidak. Mobil listrik tidak otomatis rusak setelah mencapai usia 10 tahun.
Baterai memang dapat kehilangan sebagian kapasitasnya. Akibatnya, jarak tempuh mobil mungkin menjadi lebih pendek.
Namun, pemilik tetap dapat menggunakan kendaraan selama baterai dan komponen utama masih bekerja dengan baik.
Berapa lama baterai mobil listrik dapat bertahan?
Umur baterai bergantung pada banyak faktor.
Jenis baterai, pola penggunaan, suhu, kebiasaan mengisi daya, dan sistem manajemen baterai dapat memengaruhi daya tahannya.
Karena itu, setiap kendaraan dapat memiliki umur baterai yang berbeda.
Apakah fast charging memperpendek umur baterai?
Penggunaan fast charging dapat meningkatkan panas pada baterai.
Jika pengguna terlalu sering menggunakan pengisian cepat, kondisi tersebut dapat memberikan beban tambahan pada baterai.
Karena itu, gunakan fast charging sesuai kebutuhan dan ikuti petunjuk produsen.
Apakah baterai mobil listrik bisa didaur ulang?
Ya, baterai mobil listrik dapat didaur ulang.
Proses tersebut dapat mengambil kembali sejumlah material yang terdapat di dalam baterai.
Baterai yang masih memiliki kapasitas tertentu juga dapat digunakan untuk sistem penyimpanan energi.
Apa tanda baterai mulai mengalami penurunan performa?
Penurunan jarak tempuh dapat menjadi salah satu tanda.
Pemilik juga dapat melihat perubahan pada kecepatan pengisian atau menemukan peringatan pada panel instrumen.
Jika muncul gejala tersebut, pemilik sebaiknya membawa kendaraan ke bengkel resmi.
Teknisi dapat memeriksa kondisi baterai menggunakan sistem diagnostik kendaraan.
Kesimpulan
Anggapan bahwa umur mobil listrik hanya 10 tahun tidak sepenuhnya benar.
Baterai memang mengalami degradasi seiring waktu. Namun, proses tersebut berlangsung secara bertahap dan tidak membuat mobil langsung berhenti beroperasi.
Pemilik dapat membantu menjaga umur baterai dengan menerapkan kebiasaan pengisian yang tepat.
Pemilik juga perlu menjaga suhu kendaraan dan melakukan perawatan secara rutin.
Dengan perawatan yang baik, mobil listrik berpotensi digunakan lebih dari 10 tahun.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat usia kendaraan. Perhatikan juga kondisi baterai, riwayat perawatan, kebiasaan penggunaan, serta ketentuan garansi sebelum membeli mobil listrik.
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









