Jambi, Britakini.com – Kabut asap tebal mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat aktivitas penerbangan terhenti sejak pagi hingga sore hari.
Petugas bandara memantau jarak pandang sebelum mengizinkan pesawat melakukan penerbangan. Mereka mengutamakan faktor keselamatan saat kondisi udara memburuk.
Rendahnya jarak pandang menjadi kendala utama operasional penerbangan. Kabut asap membuat jarak pandang di sekitar bandara turun di bawah batas aman penerbangan.
Kabut Asap Ganggu Operasional Bandara
Kondisi tersebut membuat sejumlah pesawat yang hendak menuju Jambi harus mengalihkan penerbangan. Pihak bandara mengambil langkah itu untuk menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Ardon mengatakan pihak bandara masih memantau kondisi jarak pandang secara berkala. Ia meminta calon penumpang mengikuti informasi terbaru dari maskapai.
Penumpang juga perlu mengecek jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Maskapai dapat mengubah jadwal keberangkatan atau kedatangan jika kondisi jarak pandang belum membaik.
Kabut asap tidak hanya mengganggu penerbangan. Kondisi tersebut juga menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi.
Karhutla Picu Kabut Asap
Kabut asap menyelimuti Kota Jambi dan beberapa daerah lain akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran yang masih berlangsung membuat asap terus menyebar ke sejumlah wilayah.
Pantauan di Kota Jambi menunjukkan kabut tebal menutupi langit hingga sore hari. Kondisi tersebut membatasi jarak pandang warga saat beraktivitas.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) menunjukkan kualitas udara di beberapa wilayah Jambi masuk kategori berbahaya.
ISPU Kota Jambi mencapai angka 542. Kabupaten Muaro Jambi mencatat ISPU sebesar 389. Sementara itu, ISPU Kabupaten Tebo mencapai 562.
Ketiga wilayah tersebut masuk kategori berbahaya. Angka tersebut menunjukkan tingginya tingkat pencemaran udara yang terjadi saat kabut asap menyelimuti Jambi.
Warga Perlu Batasi Aktivitas Luar
Karhutla yang masih berlangsung berpotensi memperburuk kondisi udara. Asap yang semakin tebal juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah dan pihak terkait mengimbau warga mengurangi kegiatan di luar ruangan saat kabut asap semakin pekat. Warga juga perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas.
Calon penumpang Bandara Sultan Thaha Jambi juga perlu mengikuti informasi dari maskapai. Perubahan jarak pandang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.
Dengan memantau informasi terbaru, penumpang dapat mengantisipasi perubahan jadwal dan menghindari perjalanan yang terganggu akibat kabut asap. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: jambi.tribunnews.com









