Ahli Pertanian Lingkungan: Langkah Tepat RKE Menjadi TPST

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

hli pertanian dan lingkungan, Khamrie Syofia, menilai pemindahan TPA ke RKE sebagai solusi tepat.

hli pertanian dan lingkungan, Khamrie Syofia, menilai pemindahan TPA ke RKE sebagai solusi tepat.

Britakini.com, Sungai Penuh – Pemindahan TPA Kota Sungai Penuh dari RPT  ke Renah Kayu Embun (RKE) menjadi TPST  mendapat apresiasi luas. Langkah ini dianggap solusi terbaik bagi masyarakat dan lingkungan.

Ahli Pertanian dan Lingkungan, Khamrie Syofia, menilai keputusan Walikota Sungai Penuh memindahkan TPA dari Renah Padan Tinggi (RPT) sangat tepat. TPA lama tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.

“Langkah Walikota Sungai Penuh memindahkan TPA ke RKE sangat tepat. Apalagi pengembangannya melalui TPST,” ujar Khamrie Syofia.

Baca Juga :  Ana/Trias Lolos Perempatfinal Malaysia Open 2026 Dramatis

Menurutnya, sejak awal TPA di RPT sudah diprediksi berpotensi merusak lingkungan dan tidak layak menampung sampah kota. “Area di RPT curam dan berada di ulu air. Dari awal memang tidak layak untuk TPA,” tambahnya.

Dengan pemindahan ini, Khamrie berharap Gubernur Jambi mendukung anggaran untuk mengembangkan TPST RKE menjadi TPST modern yang ramah lingkungan.

“Keputusan ini cepat dan tepat. TPA regional biasanya membutuhkan proses panjang dan waktu lama. Sekarang fokus kita pada pengembangan. Dengan dukungan provinsi dan pusat, TPST RKE bisa menjadi modern dan memberi manfaat ekonomi bagi kota dan masyarakat,” ujar Khamrie.

Baca Juga :  Maya Nofevri Lulus Seleksi Dewas PDAM Tirta Sakti

Sejak awal, ia memprediksi pembangunan TPA di RPT akan menimbulkan bencana. Pemindahan ke RKE menekan risiko pencemaran dan membuka peluang pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

(Tim)

Berita Terkait

Jumat Berkah Sungai Penuh, Tren Gen Horizon Berbagi
Dinkes Sarolangun Pelajari Inovasi Kesehatan Sungai Penuh
Alfin Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran
Semarak HUT TNI ke-81, Alfin Tekankan Kebersamaan Warga
Kebakaran Siang Hari, Satu Rumah Terbakar di Sungai Penuh
BPD Sungai Penuh Ikuti Bimtek Pengawasan Dana Desa
Hutri Randa Sambut Kunjungan Pangdam XX TIB Kerinci
Hardizal Hadiri Sertijab Kapolres Kerinci yang Baru
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Jumat Berkah Sungai Penuh, Tren Gen Horizon Berbagi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dinkes Sarolangun Pelajari Inovasi Kesehatan Sungai Penuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Alfin Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Semarak HUT TNI ke-81, Alfin Tekankan Kebersamaan Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kebakaran Siang Hari, Satu Rumah Terbakar di Sungai Penuh

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB