Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah ke Rp18.035 per dolar AS seiring tekanan pasar global dan kenaikan harga minyak.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rupiah melemah ke Rp18.035 per dolar AS seiring tekanan pasar global dan kenaikan harga minyak.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Britakini.com – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (19/10/2026). Rupiah turun 8 poin atau 0,04 persen ke level Rp18.035 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah menutup perdagangan di posisi Rp18.027 per dolar AS.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.200 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, sejumlah faktor eksternal dan domestik masih memengaruhi pergerakan rupiah. Salah satunya berasal dari perkembangan pasar modal Indonesia setelah penyedia indeks global MSCI mengumumkan rencana konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia.

Ibrahim menilai rencana MSCI tersebut dapat memengaruhi kepercayaan investor asing. Selain itu, perubahan klasifikasi pasar berpotensi memengaruhi aliran modal ke pasar keuangan Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, tekanan dari pasar global dan kondisi domestik masih dapat membatasi efektivitas upaya tersebut.

Kenaikan Harga Minyak Menekan Rupiah

Selain perkembangan pasar modal, kenaikan harga minyak mentah turut menambah tekanan terhadap rupiah. Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan energinya. Oleh karena itu, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk membayar impor energi.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini Turun, Cek Rincian Terbaru

Perusahaan juga membutuhkan dolar AS untuk membayar utang yang jatuh tempo dan memenuhi kewajiban pembagian dividen. Ketika kebutuhan valuta asing meningkat, tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin besar.

Melihat kondisi tersebut, Ibrahim meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan pembiayaan energi. Ia menilai pemerintah perlu menjaga keseimbangan fiskal sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh pasokan energi yang memadai.

Harga Minyak WTI Berpotensi Tembus US$100 per Barel

Ibrahim memperkirakan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak dalam rentang US$94,20 hingga US$104,80 per barel sepanjang pekan ini. Dengan proyeksi tersebut, harga minyak berpeluang kembali menembus US$100 per barel.

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya impor energi Indonesia. Selain itu, kondisi tersebut mendorong kebutuhan dolar AS untuk membiayai pembelian minyak dari luar negeri.

Jika harga minyak terus naik bersamaan dengan pelemahan rupiah, pemerintah perlu mewaspadai tekanan terhadap anggaran negara. Pasalnya, kenaikan biaya energi dapat memengaruhi kebutuhan belanja dan mempersempit ruang fiskal.

Sementara itu, Ibrahim memperkirakan indeks dolar AS bergerak dalam kisaran 101,20 hingga 102,70. Penguatan dolar AS berpotensi menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ketegangan Geopolitik Menambah Ketidakpastian Pasar

Ibrahim juga menyoroti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur. Konflik di kedua kawasan tersebut dapat memicu kenaikan harga energi sekaligus mengubah sentimen investor global.

Baca Juga :  Pakar Unair Ingatkan Riba dalam Penukaran Uang Lebaran

Dalam situasi yang tidak menentu, investor cenderung mempertimbangkan aset yang mereka anggap lebih aman. Akibatnya, perubahan strategi investasi dapat memengaruhi arus modal dan pergerakan mata uang negara berkembang.

Selain itu, kenaikan harga energi dan penguatan dolar AS dapat memperbesar tantangan bagi negara yang masih bergantung pada impor. Indonesia perlu mencermati perkembangan tersebut karena perubahan harga komoditas dapat memengaruhi kebutuhan devisa.

Pemerintah Perlu Menjaga Stabilitas Fiskal

Untuk menghadapi tekanan tersebut, Ibrahim meminta pemerintah mengevaluasi prioritas belanja negara. Pemerintah juga perlu menyesuaikan pembiayaan energi dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Ia turut mendorong pemerintah meninjau sejumlah program agar penggunaan anggaran berjalan lebih efektif. Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan negara.

Ke depan, perkembangan pasar keuangan global akan turut menentukan arah pergerakan rupiah. Selain itu, kebijakan moneter, arus modal asing, dan perubahan harga komoditas juga dapat memengaruhi nilai tukar.

Pemerintah dan Bank Indonesia perlu terus mencermati berbagai risiko tersebut. Melalui kebijakan yang tepat, otoritas dapat memperkuat upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. (ven*)

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Rupiah Melemah, Tekanan Pasar Domestik dan Global Meningkat
Harga Emas Antam Tertinggi, Simak Prediksi Emas Sepekan
OJK Perkuat Reformasi dan Transparansi Pasar Modal Indonesia
Harga Emas Antam Stabil, Simak Daftar Harga Terbaru
IHSG Anjlok 11,57 Persen, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia
Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24, Mana Termurah?
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp7.000
IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Melemah, Tekanan Pasar Domestik dan Global Meningkat

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Jadi Sorotan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Tertinggi, Simak Prediksi Emas Sepekan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:00 WIB

OJK Perkuat Reformasi dan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Stabil, Simak Daftar Harga Terbaru

Berita Terbaru

Rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah tekanan pasar domestik dan ketegangan geopolitik global.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Tekanan Pasar Domestik dan Global Meningkat

Senin, 19 Okt 2026 - 17:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.035 per dolar AS seiring tekanan pasar global dan kenaikan harga minyak.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Jadi Sorotan

Senin, 19 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian pada Senin, 19 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Tertinggi, Simak Prediksi Emas Sepekan

Senin, 19 Okt 2026 - 13:00 WIB

Sekda Alpian memimpin Apel Kerja Senin sekaligus mencanangkan Core Values ASN BerAKHLAK di Lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh.(foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Sekda Alpian Tekankan Disiplin ASN Lewat BerAKHLAK

Senin, 19 Okt 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi kode redeem Free Fire tanggal 19 Oktober 2026 dengan tampilan karakter keren dan berbagai hadiah menarik.

Entertainment

14 Kode Redeem FF 19 Oktober 2026 Terbaru

Senin, 19 Okt 2026 - 05:00 WIB