5 Makam Bersejarah yang Mengungkap Jejak Islam Nusantara

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah makam kuno di Indonesia menyimpan jejak sejarah penyebaran Islam dan perkembangan budaya di Nusantara.(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Sejumlah makam kuno di Indonesia menyimpan jejak sejarah penyebaran Islam dan perkembangan budaya di Nusantara.(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta, Britakini.com – Indonesia menyimpan banyak makam kuno yang merekam perjalanan sejarah Islam di Nusantara. Peninggalan tersebut membantu masyarakat mengenal tokoh masa lalu, perkembangan agama, hingga hubungan perdagangan antarwilayah.

Sejumlah makam kuno juga menyimpan bukti pertemuan budaya lokal dengan pengaruh dari luar. Barus di Sumatera Utara, misalnya, pernah menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan pedagang dari berbagai negara. Sementara itu, Gresik dan Madiun di Jawa Timur menyimpan peninggalan yang berkaitan dengan perkembangan Islam.

Selain memiliki nilai keagamaan, makam-makam tersebut juga menawarkan informasi penting bagi kajian sejarah. Berikut lima makam kuno di Indonesia yang menyimpan jejak perkembangan Islam di Nusantara.

1. Makam Tuan Ambar, Sumatera Utara

Makam Tuan Ambar berada di kawasan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Situs ini menjadi salah satu peninggalan budaya Islam yang menyimpan nilai sejarah penting.

Menurut informasi dari laman Cagar Budaya Sumatera Utara, Barus pernah menjadi bandar perdagangan internasional. Pedagang dari Arab, Persia, India, dan berbagai wilayah Asia datang ke kawasan tersebut untuk menjalankan aktivitas perdagangan.

Pertemuan antarpedagang turut membawa beragam pengaruh budaya dan kepercayaan. Karena itu, Barus memiliki peran penting dalam kajian sejarah perkembangan Islam di Nusantara.

Makam Tuan Ambar juga memiliki nisan batu dengan bentuk dan ornamen khas. Ciri-ciri tersebut memperlihatkan perkembangan seni pahat pada masa lalu sekaligus menambah nilai sejarah situs tersebut.

2. Makam Kuncen, Madiun

Makam Kuncen terletak di Desa Kuncen, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kompleks ini menyimpan jejak sejarah pemerintahan dan kehidupan keagamaan masyarakat Madiun.

Salah satu tokoh yang berkaitan dengan kawasan tersebut ialah Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno atau Pangeran Timur. Ia memimpin Madiun sebagai bupati pertama pada periode 1568–1586.

Selain makam, pengunjung juga dapat menemukan Masjid Kuncen di kawasan yang sama. Menurut riwayat setempat, Pangeran Timur membangun masjid tersebut untuk mendukung kegiatan dakwah Islam.

Baca Juga :  Harga HP Samsung Naik, Galaxy S26 Ikut Terdampak

Keberadaan makam dan masjid memperlihatkan hubungan antara pemerintahan dengan kehidupan keagamaan pada masa itu. Hingga kini, masyarakat terus menghormati kawasan Kuncen sebagai salah satu tempat bersejarah di Madiun.

3. Makam Siti Fatimah binti Maimun, Gresik

Makam Siti Fatimah binti Maimun berada di Desa Leran, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Situs ini menjadi salah satu peninggalan penting dalam penelusuran sejarah Islam di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Siti Fatimah binti Maimun lahir pada 1064 M. Ia kemudian datang ke Jawa untuk menyebarkan ajaran Islam.

Bangunan makam tersebut menggunakan batu kapur sebagai bahan utama. Sementara itu, bentuk cungkupnya memperlihatkan pengaruh arsitektur Hindu-Buddha.

Perpaduan unsur arsitektur itu menunjukkan pertemuan tradisi budaya dalam sejarah Jawa. Oleh sebab itu, makam ini memiliki nilai penting bagi kajian sejarah dan kebudayaan.

Pemerintah daerah juga memasukkan situs tersebut dalam kawasan cagar budaya. Selain itu, sumber pemerintah daerah yang menjadi rujukan artikel ini menyebut makam Siti Fatimah binti Maimun sebagai makam Islam tertua di Asia Tenggara.

4. Makam Mbah Wasil, Kediri

Makam Mbah Wasil berada di kawasan Setono Gedong, pusat Kota Kediri, Jawa Timur. Masyarakat mengenal tokoh tersebut dengan nama Syekh Sulaiman Syamsudin Al-Wasil.

Setiap tahun, peziarah dari berbagai daerah mengunjungi kawasan ini untuk melakukan wisata religi. Selain memiliki nilai keagamaan, makam tersebut juga menarik perhatian karena menyimpan beragam kisah sejarah.

Sejumlah riwayat menghubungkan Mbah Wasil dengan masa pemerintahan Sri Aji Joyoboyo pada abad ke-10 atau ke-11. Namun, riwayat lain menempatkannya pada abad ke-14, yaitu pada masa yang dikaitkan dengan Wali Songo.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa peneliti masih perlu menelusuri berbagai sumber sejarah untuk memastikan identitas dan masa hidup Mbah Wasil.

Baca Juga :  Wisata China Meningkat, Hotel Ekonomi Jadi Pilihan

Meski demikian, masyarakat Kediri tetap mengaitkan sosoknya dengan penyebaran Islam di wilayah tersebut. Kisah Mbah Wasil pun menjadi bagian dari tradisi sejarah dan wisata religi setempat.

5. Makam Sultan Malik Al-Saleh, Aceh Utara

Makam Sultan Malik Al-Saleh terletak di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Ia dikenal sebagai pendiri Kesultanan Samudera Pasai dan wafat pada 1297 M atau 696 H.

Kompleks makam ini memiliki jirat dan nisan berbahan batu pasir atau sandstone. Pengrajin menghiasi nisan tersebut dengan kaligrafi serta relief berciri seni Islam.

Inskripsi pada nisan memuat penghormatan kepada Sultan Malik Al-Saleh. Tulisan tersebut menggambarkannya sebagai sosok yang pemurah dan tekun beribadah.

Makam ini membantu masyarakat menelusuri perkembangan Islam di pesisir utara Sumatera. Selain itu, peninggalan tersebut memperlihatkan hubungan antara kerajaan, perdagangan internasional, dan penyebaran agama Islam.

Pada masa lalu, Samudera Pasai memegang peranan penting dalam jaringan perdagangan kawasan. Oleh karena itu, makam Sultan Malik Al-Saleh menjadi salah satu sumber penting untuk mempelajari sejarah kerajaan Islam awal di Nusantara.

Makam Kuno Membantu Mengungkap Sejarah Islam

Kelima makam tersebut memperlihatkan beragam jalur perkembangan Islam di Indonesia. Aktivitas perdagangan, pemerintahan, dakwah, dan interaksi budaya turut membentuk sejarah Islam di Nusantara.

Setiap makam juga memiliki karakteristik tersendiri. Makam Tuan Ambar berkaitan dengan sejarah perdagangan Barus, sedangkan Makam Kuncen menyimpan jejak pemerintahan Madiun.

Di sisi lain, makam Siti Fatimah binti Maimun memperlihatkan perpaduan unsur arsitektur. Makam Mbah Wasil menyimpan beragam riwayat, sementara makam Sultan Malik Al-Saleh berkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Samudera Pasai.

Dengan mempelajari dan merawat peninggalan tersebut, masyarakat dapat menjaga warisan sejarah sekaligus mengenal perkembangan budaya di berbagai wilayah Indonesia. (ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: cnnindonesia.com

Berita Terkait

5 Dessert Indonesia Terbaik 2026, Pisang Goreng Juara
Batu Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan Arab Saudi
BeZakat 2026 Buka Lagi, Mahasiswa Dapat UKT Penuh
Mahasiswa KKN UNP Hijaukan Wisata Sedingin Salju Kerinci
Cara Menanam Bayam di Keranjang Bekas Mudah Praktis
Peluang Ternak Belut Karung Modal Minim Hasil Melimpah
Cara Mudah Membuat Kebun Kangkung Gantung Rumah
Cara Praktis Mengolah Sampah Sayur Menjadi Pupuk Kompos
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:00 WIB

5 Makam Bersejarah yang Mengungkap Jejak Islam Nusantara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WIB

5 Dessert Indonesia Terbaik 2026, Pisang Goreng Juara

Selasa, 29 September 2026 - 23:00 WIB

Batu Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan Arab Saudi

Selasa, 15 September 2026 - 23:00 WIB

BeZakat 2026 Buka Lagi, Mahasiswa Dapat UKT Penuh

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Mahasiswa KKN UNP Hijaukan Wisata Sedingin Salju Kerinci

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB