Harga Emas Naik, Investor Waspadai Keputusan Suku Bunga

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas batangan di tengah penguatan harga emas dunia pada perdagangan Oktober 2026.(Foto By AI/liputan6.com)

Ilustrasi emas batangan di tengah penguatan harga emas dunia pada perdagangan Oktober 2026.(Foto By AI/liputan6.com)

Jakarta, Britakini.com – Harga emas dunia kembali menguat pada Jumat, 9 Oktober 2026, waktu Amerika Serikat (AS). Pada Sabtu pagi, 10 Oktober 2026, waktu Jakarta, harga emas mencapai level tertinggi dalam sepekan.

Aksi beli saat harga rendah mendorong kenaikan harga emas. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada awal pekan ini.

Di sisi lain, pelaku pasar terus memantau kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mereka juga memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan.

Mengutip CNBC pada Sabtu, 10 Oktober 2026, harga emas spot naik 1,6% menjadi US$4.189,99 per ons. Angka tersebut tercatat pada pukul 15.13 waktu setempat.

Sebelumnya, penguatan dolar AS menekan harga emas. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperbesar tekanan tersebut. Akibatnya, harga emas menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember mencatat kenaikan 1,43%. Kontrak tersebut ditutup pada level US$4.216,30 per ons.

Secara mingguan, harga emas juga mencatat kenaikan sebesar 1,3%. Penguatan ini menunjukkan pemulihan setelah tekanan harga pada awal pekan.

Aksi Beli Mendorong Penguatan Harga Emas

Analis StoneX, Rhona O’Connell, melihat aksi beli saat harga rendah sebagai pendorong utama penguatan emas. Investor memanfaatkan penurunan harga untuk kembali membeli logam mulia tersebut.

Baca Juga :  IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

“Harga emas menguat karena adanya aksi beli di harga rendah, mengingat terbentuknya batas bawah (floor) di kisaran level US$4.000,” ujar Rhona.

Rhona menambahkan, pelaku pasar kemungkinan telah memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga The Fed. Namun, pasar juga memperhitungkan kemungkinan berlanjutnya pembelian bersih emas oleh bank sentral.

Menurut Rhona, harga emas masih sulit menembus level yang jauh lebih tinggi secara meyakinkan. Ia menilai pasar membutuhkan peristiwa besar yang dapat mengubah kondisi secara drastis.

Peristiwa tak terduga seperti itu dikenal sebagai black swan event. Tanpa pemicu tersebut, Rhona belum melihat alasan kuat bagi harga emas untuk melonjak jauh lebih tinggi.

Imbal Hasil Obligasi AS Mulai Turun

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mulai menurun. Sebelumnya, indikator tersebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Presiden The Fed wilayah St. Louis, Alberto Musalem, menyampaikan pandangannya pada Kamis, 8 Oktober 2026. Ia menilai bank sentral AS perlu kembali menaikkan suku bunga.

Musalem menyebut langkah tersebut penting untuk mengembalikan inflasi ke target 2%. Pernyataan itu memperkuat perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter AS.

Perangkat FedWatch milik CME mencatat peluang kenaikan suku bunga sebesar 19% pada Oktober 2026. Pedagang juga memperkirakan peluang sebesar 84% untuk setidaknya satu kenaikan sebesar 25 basis poin pada Desember 2026.

Baca Juga :  Belasan Mayat Ditemukan di Hutan Guatemala City

Data Inflasi AS Bisa Menggerakkan Harga Emas

Suku bunga tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas. Investor cenderung mempertimbangkan obligasi karena instrumen tersebut menawarkan imbal hasil.

Karena itu, pelaku pasar akan mencermati data ekonomi AS. Mereka menggunakan data tersebut untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Kepala Analis Pasar Bybit, Han Tan, menilai data indeks harga konsumen (CPI) AS pekan depan dapat memicu pergerakan besar. Data inflasi tersebut berpotensi menentukan arah harga emas berikutnya.

“Inflasi yang masih membandel, yang mendorong The Fed untuk melakukan siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif, dapat memaksa harga emas spot untuk kembali menguji level support psikologis di angka US$4.000,” ujar Han.

Permintaan Emas di India Melemah

Kenaikan harga emas kembali menekan permintaan di India pada pekan ini. Konsumen cenderung mengurangi pembelian ketika harga logam mulia meningkat.

Sementara itu, aktivitas perdagangan emas di China melambat selama periode libur. Periode perdagangan yang lebih singkat turut membatasi aktivitas pasar di negara konsumen utama tersebut.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot juga mencatat penguatan. Harganya naik 2,7% menjadi US$60,93 per ons.(**)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi
Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat
Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed
Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam
Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB