Muara Bulian, Britakini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS), Jambi, pada Kamis (8/10/2026). Kobaran api menghanguskan sekitar 30 hektare lahan setelah angin kencang mempercepat penyebaran api.
Tim gabungan menghadapi berbagai kendala saat memadamkan kebakaran tersebut. Mereka kesulitan mencapai titik api karena medan yang sulit dan harus mencari sumber air yang jauh dari lokasi.
Selain itu, kabut asap tebal menghambat upaya pemadaman melalui udara. Kondisi tersebut membuat petugas memaksimalkan penanganan melalui jalur darat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan Satgas Karhutla Batang Hari telah mengerahkan petugas untuk menangani kebakaran di Tahura STS Jambi.
Angin Kencang Mempercepat Penyebaran Api
Sholihin menjelaskan bahwa angin kencang membuat api menjalar dengan cepat. Akibatnya, kobaran api meluas dan menyulitkan petugas mengendalikan kebakaran.
“Satgas Batang Hari melakukan pemadaman di Tahura STS Jambi. Angin yang cukup kencang memengaruhi pergerakan api sehingga kebakaran meluas,” kata Sholihin pada Jumat (9/10/2026).
Untuk mempercepat penanganan, petugas meminta bantuan satgas udara. Mereka berencana menggunakan helikopter untuk melakukan water bombing atau penyiraman air dari udara.
Namun, kabut asap tebal menghambat rencana tersebut. Jarak pandang yang terbatas membuat tim udara belum dapat membantu pemadaman secara optimal.
Petugas Memaksimalkan Pemadaman Lewat Darat
Karena menghadapi kendala di udara, tim gabungan memusatkan upaya pemadaman melalui jalur darat. Petugas berusaha menjangkau titik api meskipun harus melewati medan yang sulit.
Di sisi lain, keterbatasan sumber air turut memperlambat pekerjaan mereka. Petugas harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air bagi proses pemadaman.
Sholihin menyebut kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 30 hektare lahan. Tim gabungan terus berupaya mengendalikan api di tengah berbagai keterbatasan di lapangan.
“Kita melakukan pemadaman di darat dengan keterbatasan sumber air yang jauh dan akses ke titik api yang sulit dijangkau. Luas lahan yang hangus terbakar sekitar 30 hektare,” tutur Sholihin.
Petugas Memadamkan Api Selama Tujuh Jam
Sholihin mengatakan petugas membutuhkan waktu sekitar tujuh jam untuk memadamkan kobaran api. Setelah mengendalikan kebakaran, tim gabungan melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan di area terdampak.
Pada tahap ini, petugas memeriksa lokasi kebakaran untuk menemukan bara api yang masih tersisa. Mereka juga memastikan bara tersebut tidak kembali memicu kebakaran baru.
“Kondisi terakhir saat ini tinggal sisa asap dan tim satgas kembali melakukan pendinginan,” kata Sholihin.
Tim gabungan melanjutkan proses pendinginan untuk menuntaskan penanganan karhutla di Tahura STS Jambi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan tersebut. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: jambi.tribunnews.com









