Banjir Jakarta Utara Naikkan Jumlah Servis Bengkel Motor

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang mekanik memperbaiki motor yang mogok setelah menerjang banjir di kawasan Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).

Seorang mekanik memperbaiki motor yang mogok setelah menerjang banjir di kawasan Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).

Jakarta, Britakini.com – Banjir sempat menggenangi Jalan Jembatan Tiga, Jakarta Utara (Jakut), pada Senin (12/1/2026). Kondisi ini justru membawa berkah bagi sejumlah pelaku usaha, salah satunya bengkel motor.

Salah satu bengkel motor di Jalan Tanah Merah, Jakut, mengalami peningkatan jumlah pelanggan. Pemilik bengkel, Rian, mengatakan sekitar 20 motor datang untuk diservis sejak pagi.

“Alhamdulillah lumayan, ada sekitar 20 motor yang servis hari ini. Kebanyakan ganti busi dan oli,” ujar Rian saat ditemui di bengkelnya.

Rian menjelaskan bahwa pada hari normal tanpa banjir, bengkelnya hanya melayani sekitar lima hingga enam motor per hari. Pelanggan tersebut umumnya merupakan langganan tetap.

Baca Juga :  Reshuffle Kabinet Prabowo Enam Pejabat Baru Dilantik

“Kalau nggak banjir, paling lima sampai enam motor. Itu juga biasanya langganan. Tapi ya tetap alhamdulillah,” katanya.

Saat banjir, Rian sering menerima keluhan yang serupa dari pelanggan. Air banjir biasanya masuk ke knalpot, busi, dan oli motor sehingga mesin mati.

“Keluhannya hampir sama. Knalpot, busi, dan oli kemasukan air. Ini saja motornya mati karena olinya sudah tercampur air,” jelasnya.

Baca Juga :  BNN Ungkap Produksi Vape Narkoba Senilai Rp18 Miliar

Untuk menangani motor yang terdampak banjir, Rian mematok biaya servis sebesar Rp 50 ribu. Ia menyebut harga tersebut lebih tinggi karena motor membutuhkan penanganan tambahan.

“Servis biasa Rp 40 ribu. Tapi kalau motornya kena banjir dan lebih ribet, ya kita naikkan sedikit. Jangan sampai mekanik kerjanya berat tapi hasilnya kurang,” ujarnya.

Rian menambahkan bahwa biaya tersebut sudah termasuk penggantian busi dan pembersihan knalpot.

“Busi harganya Rp 30 ribu, sisanya jasa. Jadi total Rp 50 ribu saja,” tutupnya.

(VVR*)

Berita Terkait

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara
Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla
Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan
Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat
Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap
Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik
15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap

Berita Terbaru

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 menunjukkan perbedaan berdasarkan merek dan berat.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24, Mana Termurah?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:00 WIB

Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp7.000

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB