Jakarta, Britakini.com – Mantan penjual lem dan selotip asal China berhasil menjadi miliarder setelah mengembangkan bisnis material pendingin cip.
Chairman Shenzhen HFC, Sun Aixiang (58), kini memiliki kekayaan sekitar US$1,7 miliar atau Rp30,4 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs dolar AS sekitar Rp17.888.
Sun membangun kekayaan tersebut melalui Shenzhen HFC. Perusahaan itu melantai di Bursa Efek Shenzhen dan langsung mencatat lonjakan harga saham pada hari pertama perdagangan.
Harga saham Shenzhen HFC bahkan melonjak hingga 719 persen.
Saham Shenzhen HFC Melonjak 719 Persen
Shenzhen HFC meraih dana sekitar US$214,2 juta atau Rp3,8 triliun melalui penawaran saham perdana atau IPO.
Perusahaan akan memakai sebagian besar dana IPO untuk mengembangkan pusat penelitian di China. Shenzhen HFC ingin memperkuat pengembangan material untuk industri elektronik dan semikonduktor.
Dukungan investor juga mengalir ke perusahaan tersebut. Hubble Investment, perusahaan modal ventura yang berada di bawah Huawei, menjadi salah satu investor Shenzhen HFC.
Mengutip VNExpress, Rabu (30/9/2026), lonjakan saham Shenzhen HFC menarik perhatian investor setelah perusahaan mencatatkan sahamnya di bursa.
Shenzhen HFC Kembangkan Material Pendingin Cip
Shenzhen HFC memproduksi berbagai material untuk mengendalikan panas pada perangkat elektronik.
Perusahaan membuat bantalan termal dan gel penghantar panas. Industri menggunakan material tersebut untuk membantu mengalirkan panas dari perangkat berteknologi tinggi.
Shenzhen HFC memasok material untuk berbagai kebutuhan. Produk tersebut antara lain digunakan pada cip kecerdasan buatan (AI), modul optik, dan pusat data.
Perusahaan juga memproduksi material untuk melindungi perangkat elektronik dari gangguan elektromagnetik.
Selain itu, Shenzhen HFC membuat bahan penyerap gelombang. Material tersebut membantu melindungi peralatan elektronik dari gangguan yang dapat memengaruhi kinerjanya.
Pendapatan Shenzhen HFC Naik 114 Persen
Pertumbuhan industri pusat data ikut mendorong bisnis Shenzhen HFC. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan sebesar 706,7 juta yuan.
Angka tersebut naik 114 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilainya mencapai sekitar Rp1,88 triliun dengan asumsi kurs yuan terhadap rupiah sebesar Rp2.668.
Shenzhen HFC juga mencatat pertumbuhan laba yang signifikan. Pada 2025, perusahaan membukukan laba bersih sekitar 269 juta yuan atau Rp171,8 miliar.
Angka tersebut hampir empat kali lipat dari laba bersih pada 2024.
Pasar Internasional Jadi Penopang Bisnis
Shenzhen HFC tidak hanya mengandalkan pasar China. Perusahaan mendapatkan sekitar dua pertiga pendapatannya dari pasar luar negeri.
Salah satu pelanggan terbesar Shenzhen HFC adalah Hon Hai Precision Industry. Perusahaan asal Taiwan tersebut lebih dikenal dengan nama Foxconn.
Besarnya pasar internasional membantu Shenzhen HFC memperluas bisnis material pendukung teknologi.
Namun, perusahaan tetap menghadapi sejumlah tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan.
Shenzhen HFC Waspadai Perlambatan
Manajemen Shenzhen HFC memperingatkan bahwa pertumbuhan bisnis saat ini belum tentu bertahan dalam jangka panjang.
Kondisi ekonomi global dapat memengaruhi ekspansi perusahaan. Strategi pelanggan juga dapat mengubah permintaan terhadap produk Shenzhen HFC.
Sejumlah pelanggan mulai melakukan diversifikasi rantai pasokan. Langkah tersebut dapat memengaruhi pola pembelian material dari Shenzhen HFC.
Karena itu, perusahaan perlu menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan perubahan strategi pelanggan.
Sun Aixiang Mengawali Bisnis dari Penjualan Lem
Sebelum menjadi miliarder, Sun Aixiang menjalani bisnis dari bawah.
Setelah lulus sekolah menengah atas, Sun menghabiskan hampir 20 tahun menjual plastik dan produk perekat.
Ia menjual berbagai produk, termasuk lem dan selotip.
Pada 2003, Sun mendirikan perusahaan bersama kakak iparnya, Zhao (63). Zhao kemudian menjadi salah satu pendiri sekaligus direktur Shenzhen HFC.
Kepemilikan saham Shenzhen HFC ikut meningkatkan kekayaan Zhao. Saat ini, kekayaannya diperkirakan mencapai US$1,3 miliar atau sekitar Rp23,2 triliun.
Perjalanan Sun dan Zhao memperlihatkan perkembangan bisnis Shenzhen HFC dari perusahaan material menjadi pemain yang memasok kebutuhan industri teknologi.
Kini, perusahaan tersebut memproduksi material yang digunakan dalam cip AI, modul optik, dan pusat data. Perkembangan industri teknologi pun membuka peluang baru bagi bisnis material pendukung semikonduktor. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









