Jakarta, Britakini.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (5/10/2026). Rupiah berakhir di level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan sore.
Rupiah turun 35 poin atau 0,20 persen dari posisi perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini berlangsung ketika pasar valuta asing Asia menunjukkan arah yang beragam.
Rupiah Tertekan di Tengah Pergerakan Asia
Sejumlah mata uang Asia berhasil menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,02 persen. Yen Jepang juga menguat 0,05 persen.
Dolar Hong Kong mencatat kenaikan tipis sebesar 0,01 persen. Penguatan sejumlah mata uang tersebut menunjukkan bahwa pasar Asia bergerak beragam pada perdagangan Senin.
Namun, beberapa mata uang lainnya justru melemah. Peso Filipina turun 0,14 persen terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia juga kehilangan 0,09 persen.
Dolar Singapura ikut melemah sebesar 0,14 persen. Sementara itu, won Korea Selatan turun 0,023 persen.
Euro dan Poundsterling Ikut Melemah
Pergerakan mata uang negara maju juga menunjukkan kondisi yang beragam. Euro Eropa melemah 0,46 persen terhadap dolar AS.
Poundsterling Inggris turut turun 0,05 persen. Franc Swiss juga mencatat pelemahan sebesar 0,05 persen.
Sebaliknya, dolar Australia mampu menguat 0,10 persen. Dolar Kanada juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,01 persen.
Penguatan Dolar AS Tekan Rupiah
Pengamat pasar uang Lukman mengatakan penguatan dolar AS memberikan tekanan terhadap rupiah. Menurut dia, indeks dolar AS telah mencapai level tertinggi dalam 18 bulan.
Pelemahan euro turut mendorong penguatan dolar AS. Pasar mencermati kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah Eropa sebagai salah satu faktor yang menekan euro.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia ikut memengaruhi pergerakan pasar. Kondisi tersebut kemudian memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.
Pergerakan rupiah juga akan bergantung pada perkembangan pasar global. Investor akan mencermati arah dolar AS, harga minyak dunia, serta kondisi ekonomi global dalam perdagangan selanjutnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, rupiah menutup perdagangan Senin (5/10/2026) di level Rp17.917 per dolar AS. Pelemahan 0,20 persen menunjukkan rupiah masih menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: cnnindonesia.com









