Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik mengisi daya mobil listrik menggunakan perangkat pengisian daya di rumah.(Foto : Liputan6.com/Fery Pradolo)

Pemilik mengisi daya mobil listrik menggunakan perangkat pengisian daya di rumah.(Foto : Liputan6.com/Fery Pradolo)

Jakarta, Britakini.com – Banyak konsumen masih meragukan daya tahan mobil listrik. Mereka khawatir baterai kendaraan hanya mampu bertahan selama 10 tahun.

Namun, riset dalam jurnal Nature Energy menunjukkan potensi usia pakai baterai mobil listrik mencapai 10 hingga 20 tahun. Pola penggunaan dan pengelolaan suhu turut memengaruhi ketahanan baterai.

Selain itu, baterai tidak langsung berhenti bekerja setelah pemilik menggunakan mobil selama 10 tahun. Kapasitas baterai biasanya menurun secara bertahap seiring waktu dan pemakaian.

Angka 10 tahun sering merujuk pada masa garansi baterai. Dalam kondisi tertentu, baterai juga masih dapat berfungsi ketika kapasitasnya tersisa sekitar 70 hingga 80 persen.

Riset Ungkap Ketahanan Mobil Listrik

Pada 2024, para peneliti menerbitkan studi berjudul The Closing Longevity Gap Between Battery Electric Vehicles and Internal Combustion Vehicles in Great Britain. Mereka menganalisis data lebih dari 29 juta kendaraan di Inggris selama periode 2005 hingga 2022.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa usia pakai mobil listrik semakin mendekati usia pakai mobil bermesin pembakaran. Temuan ini juga menunjukkan bahwa perkiraan usia pakai kendaraan listrik sebelumnya cenderung konservatif.

Sebagai perbandingan, mobil bensin rata-rata dapat menempuh jarak hingga 320.000 kilometer sebelum membutuhkan perbaikan mesin besar. Sementara itu, baterai mobil listrik generasi terbaru juga berpotensi mendukung jarak tempuh serupa dengan kapasitas yang masih memadai.

Meski demikian, pemilik perlu merawat baterai secara rutin. Perawatan yang tepat membantu menjaga kinerja baterai selama masa pemakaian.

Suhu Memengaruhi Usia Baterai

Suhu lingkungan turut menentukan ketahanan baterai mobil listrik. Panas ekstrem dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai. Sebaliknya, suhu yang terlalu dingin juga dapat memengaruhi kinerja dan efisiensi baterai.

Baca Juga :  Asus Hadirkan Laptop AI Super dan Copilot+ PC Terbaru

Untuk mengatasi masalah tersebut, produsen menggunakan sistem pendingin cair atau liquid cooling system. Sistem ini membantu menjaga suhu baterai tetap sesuai dengan kebutuhan operasional kendaraan.

Pengemudi juga perlu memperhatikan lokasi parkir. Misalnya, pemilik sebaiknya memilih tempat teduh saat meninggalkan mobil dalam waktu lama. Langkah ini membantu mengurangi paparan panas berlebih pada baterai.

Selain suhu, kebiasaan mengisi daya juga memengaruhi ketahanan baterai. Penggunaan pengisian cepat DC atau DC fast charging secara berlebihan dapat meningkatkan suhu baterai dalam kondisi tertentu.

Karena itu, pemilik dapat menggunakan pengisian AC di rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, pemilik tetap perlu mengikuti panduan pengisian daya dari produsen kendaraan.

Cara Merawat Baterai Mobil Listrik agar Awet

Pemilik dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kondisi baterai. Pertama, hindari membiarkan kapasitas baterai mencapai 0 persen terlalu sering. Selain itu, jangan selalu mengisi baterai hingga 100 persen jika kebutuhan perjalanan tidak mengharuskannya.

Untuk penggunaan harian, pemilik dapat menjaga kapasitas baterai di kisaran 20 hingga 80 persen. Kebiasaan ini membantu mengurangi tekanan pada baterai, terutama pada jenis baterai yang sensitif terhadap kondisi pengisian penuh.

Baterai mobil listrik secara umum juga memiliki jumlah siklus pengisian dan pengosongan tertentu. Beberapa baterai dapat mencapai sekitar 1.500 hingga 3.000 siklus. Namun, jenis baterai, suhu, kebiasaan pengisian, dan kondisi penggunaan dapat memengaruhi jumlah siklus tersebut.

Selanjutnya, pemilik perlu memilih lokasi parkir yang tepat. Hindari memarkir mobil terlalu lama di bawah terik matahari. Sebagai gantinya, gunakan garasi atau tempat parkir yang teduh jika tersedia.

Baca Juga :  Gejala Kanker Awal Kerap Muncul Tanpa Disadari

Pemilik juga dapat menggunakan perangkat pengisian daya di rumah atau wallbox. Perangkat ini mendukung pengisian daya harian sesuai spesifikasi kendaraan. Sementara itu, pemilik tetap dapat menggunakan fast charging ketika membutuhkan pengisian cepat selama perjalanan jauh.

Selain memperhatikan pengisian daya, pemilik perlu melakukan pemeriksaan rutin di bengkel resmi. Pemilik juga sebaiknya memasang pembaruan perangkat lunak sesuai rekomendasi produsen.

Pembaruan tersebut dapat meningkatkan kinerja sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS). Sistem ini membantu mengatur pengisian daya, memantau suhu, dan menjaga pengoperasian baterai.

Garansi Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Pemerintah Indonesia juga mengatur perlindungan konsumen melalui ketentuan garansi baterai mobil listrik. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 15 Tahun 2025 menjadi salah satu dasar yang perlu diperhatikan dalam ketentuan tersebut.

Bagi konsumen, garansi baterai menjadi pertimbangan penting sebelum membeli mobil listrik. Karena itu, calon pembeli perlu memeriksa masa garansi, batas jarak tempuh, serta persyaratan yang ditetapkan produsen.

Selain itu, konsumen sebaiknya memastikan jenis kerusakan yang ditanggung garansi. Dengan begitu, pemilik dapat memahami hak dan kewajibannya selama menggunakan kendaraan.

Pada akhirnya, pemilik tidak perlu hanya berpatokan pada anggapan bahwa baterai mobil listrik bertahan selama 10 tahun. Teknologi baterai, suhu, kebiasaan pengisian daya, dan perawatan rutin turut menentukan usia pakainya.

Dengan perawatan yang tepat, pemilik dapat membantu memperlambat penurunan kapasitas baterai. Mobil listrik pun berpeluang tetap beroperasi selama bertahun-tahun, meskipun kapasitas baterai dan jarak tempuhnya dapat berkurang seiring waktu. (ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro
Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya
BYD Atto 1 Terlaris, Toyota Avanza Terus Membuntuti
Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
BYD Atto 1 Terbaru Diprediksi Berharga Rp260 Juta
5 Aplikasi Penghasil Uang Bisa Cair ke DANA
Umur Mobil Listrik 10 Tahun? Cek Biaya Baterainya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:00 WIB

BYD Atto 1 Terlaris, Toyota Avanza Terus Membuntuti

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB