Jakarta, Britakini.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Antam menaikkan harga emas sebesar Rp10.000 per gram dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, Antam menetapkan harga emas sebesar Rp2.580.000 per gram. Sebelumnya, harga emas berada di level Rp2.570.000 per gram.
Dalam dua hari terakhir, harga emas Antam telah naik Rp20.000 per gram.
Harga buyback juga ikut naik. Antam menaikkan harga pembelian kembali emas sebesar Rp15.000 menjadi Rp2.391.000 per gram.
Pemilik emas akan menerima harga buyback tersebut ketika menjual kembali emas batangannya kepada Antam. Sementara itu, harga jual menunjukkan nilai yang harus dibayar konsumen saat membeli emas dari Antam.
Antam dapat mengubah harga emas kapan saja. Perubahan tersebut mengikuti pergerakan harga emas dunia dan kondisi pasar.
Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar harga emas Antam pada Rabu, 7 Oktober 2026:
- 0,5 gram: Rp1.340.000
- 1 gram: Rp2.580.000
- 2 gram: Rp5.110.000
- 3 gram: Rp7.647.000
- 5 gram: Rp12.715.000
- 10 gram: Rp25.350.000
- 25 gram: Rp63.210.000
- 50 gram: Rp126.255.000
- 100 gram: Rp252.360.000
- 250 gram: Rp630.590.000 (pre-order)
- 500 gram: Rp1.260.900.000 (pre-order)
- 1.000 gram: Rp2.520.600.000 (pre-order)
Harga Emas Dunia Ikut Naik
Penguatan harga emas dunia turut mendorong kenaikan harga emas Antam. Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026) atau Rabu pagi waktu Jakarta.
Harga emas mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau Treasury. Pelemahan dolar AS juga membantu mengangkat harga emas.
Investor kini menunggu risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada September. Mereka ingin melihat petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi US$4.168,33 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,7 persen menjadi US$4.187,10 per ons.
Analis American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan investor kembali membeli emas sebagai aset aman. Gejolak pasar obligasi Prancis dan kekhawatiran terhadap pasar obligasi AS ikut meningkatkan permintaan emas.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sedikit turun. Sebelumnya, imbal hasil tersebut sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
Dolar AS juga melemah dari level tertinggi dalam satu tahun. Kondisi ini membuat emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS.
Investor Menunggu Kebijakan The Fed
Kenaikan utang pemerintah dan pelebaran defisit anggaran di sejumlah negara zona euro juga membuat investor berhati-hati. Kondisi pasar obligasi Prancis menjadi salah satu perhatian utama.
Investor kini mencermati keputusan The Fed mengenai suku bunga. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober hanya mencapai 22 persen.
Namun, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 84 persen. Data tersebut berasal dari FedWatch Tool milik CME.
Suku bunga tinggi dapat mengurangi minat investor terhadap emas. Investor biasanya dapat memilih obligasi atau aset lain yang memberikan imbal hasil.
Harga Emas Berpeluang Terus Menguat
Harga minyak justru mengalami penurunan. Ekspor minyak mentah dari Timur Tengah tetap kuat. Selain itu, negara-negara G7 melepas cadangan minyak darurat sehingga kekhawatiran mengenai pasokan mulai mereda.
Meski menghadapi tekanan dalam jangka pendek, emas masih mendapat dukungan dari pembelian ETF dan permintaan investor.
Analis TD Securities memperkirakan harga emas berpotensi menembus US$5.000 per ons pada 2027.
Sebagai perbandingan, Antam pernah mencatat harga emas tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026. Saat itu, harga emas mencapai Rp3.168.000 per gram.
Harga buyback juga mencetak rekor pada periode tersebut. Antam sempat menetapkan harga buyback sebesar Rp2.989.000 per gram. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









