Harga BBM Eropa Melonjak, Krisis Energi Makin Parah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis energi Eropa semakin meningkat seiring kenaikan harga bahan bakar dan ketegangan geopolitik.(Foto : Ilustrasi nozzle pengisian bensin SPBU Shell)

Krisis energi Eropa semakin meningkat seiring kenaikan harga bahan bakar dan ketegangan geopolitik.(Foto : Ilustrasi nozzle pengisian bensin SPBU Shell)

Jakarta, Britakini.com – Krisis energi kembali menekan Eropa. Perang Rusia-Ukraina sebelumnya mengganggu pasokan energi di kawasan tersebut. Kini, konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali meningkatkan risiko terhadap pasokan energi Eropa.

Konflik Global Tekan Pasokan Energi Eropa

Konflik tersebut mendorong negara-negara Uni Eropa mengambil berbagai langkah untuk menjaga perekonomian. Laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyebut negara-negara Uni Eropa menjadi salah satu pihak yang paling aktif mengatasi dampak ekonomi dari gejolak energi.

Pemerintah di berbagai negara Eropa juga menghadapi persoalan lain. Mereka masih bergantung pada pasokan energi dari luar kawasan. Uni Eropa bahkan harus mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Eropa Bergantung pada Impor Energi

Ketergantungan tersebut juga terlihat pada kebutuhan gas alam. Negara-negara Uni Eropa mengimpor sekitar 85 persen kebutuhan gas alam dari luar kawasan.

Baca Juga :  IHSG Turun, ULTJ Siapkan Rights Issue Rp16 Triliun

Kondisi ini membuat perubahan harga energi global langsung memengaruhi masyarakat Eropa. Ketika harga energi naik, masyarakat dan pelaku usaha harus menanggung biaya yang lebih besar.

Harga bahan bakar yang melonjak semakin menambah tekanan tersebut. Harga yang mencapai sekitar Rp215.000 per galon membuat biaya operasional kendaraan ikut meningkat.

Kenaikan Harga BBM Tekan Masyarakat

Kenaikan harga bahan bakar tidak hanya menguras biaya pengendara. Perusahaan transportasi juga harus mengeluarkan dana lebih besar untuk menjalankan kendaraan mereka.

Kenaikan biaya bahan bakar kemudian meningkatkan ongkos distribusi barang. Pelaku usaha harus membayar lebih mahal untuk mengirim produk dari satu wilayah ke wilayah lain.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga berbagai kebutuhan masyarakat. Ketika biaya distribusi naik, pelaku usaha menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi. Mereka kemudian dapat menyesuaikan harga jual produk.

Baca Juga :  Harga Perak Antam Hari Ini dan Produk Investasi

Masyarakat akhirnya menghadapi tekanan tambahan ketika harga barang ikut meningkat. Rumah tangga harus mengatur kembali pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Eropa Hadapi Tekanan Ekonomi

Pemerintah negara-negara Uni Eropa kini berupaya menjaga daya beli masyarakat. Mereka juga harus memastikan masyarakat dan industri tetap memperoleh pasokan energi.

Pada saat yang sama, pemerintah Eropa harus mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah. Gangguan pada jalur perdagangan dapat menghambat distribusi minyak dan gas ke berbagai negara.

Setiap gangguan pasokan dapat kembali memengaruhi harga energi global. Karena itu, pemerintah Eropa perlu menjaga keamanan energi sekaligus mengendalikan dampak kenaikan harga.

Eropa kini menghadapi tantangan besar. Kawasan tersebut harus menjaga pasokan energi, melindungi masyarakat, dan mempertahankan stabilitas perekonomian di tengah konflik global. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: gridoto.com

Berita Terkait

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi
Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat
Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed
Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam
Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB