TNKS Minta Pendaki Gunung Kerinci Cegah Kebakaran Hutan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNKS mengingatkan pendaki agar menjaga kelestarian Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh dari ancaman kebakaran hutan.(Foto : Tribunjambi.com/Herupitra)

TNKS mengingatkan pendaki agar menjaga kelestarian Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh dari ancaman kebakaran hutan.(Foto : Tribunjambi.com/Herupitra)

KERINCI, Britakini.com – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mengimbau para pendaki agar menjaga kelestarian alam saat mengunjungi Gunung Kerinci. Pengelola kembali membuka jalur pendakian gunung tertinggi di Sumatra tersebut pada Selasa (13/10/2026).

Meski jalur pendakian kembali dibuka, TNKS tetap meminta setiap pengunjung mematuhi standar operasional prosedur (SOP). Pendaki juga harus mengikuti rekomendasi petugas selama berada di kawasan taman nasional.

Selain itu, TNKS melarang pengunjung melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Imbauan ini bertujuan melindungi ekosistem sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

TNKS Ingatkan Pendaki Tidak Menyalakan Api

Kepala Seksi TNKS Kerinci, David, mengajak seluruh pendaki menjaga kawasan Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh dari ancaman kebakaran hutan.

David menegaskan bahwa setiap pendaki harus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu, ia meminta pengunjung menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api selama perjalanan.

Baca Juga :  Cinta dan Dinamika Zodiak Kamis 26 Februari

“Kami mengimbau seluruh pendaki agar bersama-sama menjaga kawasan Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh dari bahaya kebakaran hutan. Jangan menyalakan api yang dapat memicu kebakaran dan menimbulkan bencana asap,” tegas David.

Menurut David, pendaki perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan taman nasional. Sebab, api yang menyebar tanpa kendali dapat membakar vegetasi dan merusak habitat satwa.

Kebakaran Hutan Ancam Lingkungan dan Masyarakat

Kebakaran hutan tidak hanya merusak kawasan konservasi, tetapi juga dapat menghasilkan asap yang mengganggu kehidupan masyarakat. Asap kebakaran berpotensi menghambat aktivitas warga di sekitar kawasan taman nasional.

Oleh sebab itu, pendaki perlu mengambil langkah pencegahan selama melakukan perjalanan. Mereka harus menghindari penggunaan api secara sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar.

Baca Juga :  Warga Medan Memburu Genset Saat Listrik Padam

Selain itu, pengunjung harus membawa kembali sampah yang mereka hasilkan. Kebiasaan tersebut membantu menjaga kebersihan kawasan sekaligus mempertahankan keindahan alam Gunung Kerinci.

Pendaki Harus Patuhi Aturan TNKS

Pembukaan kembali jalur pendakian memberi kesempatan kepada pencinta alam untuk menikmati keindahan Gunung Kerinci. Namun, setiap pendaki tetap harus mengutamakan keselamatan dan mematuhi ketentuan pengelola.

Sebelum berangkat, pendaki sebaiknya menyiapkan perlengkapan sesuai kebutuhan dan merencanakan perjalanan dengan matang. Mereka juga perlu mengikuti arahan petugas serta menghindari tindakan yang membahayakan pengunjung lain.

Dengan demikian, kepatuhan terhadap aturan menjadi tanggung jawab bersama. TNKS mengajak seluruh pendaki berperan aktif menjaga Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh agar tetap lestari serta terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: jambi.tribunnews.com

Berita Terkait

Pegawai Rajo Sungai Penuh Telusuri Sejarah Tombak Pusaka
Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada
PT KMH Salurkan CSR untuk Kenduri SKO Adat Desa Tamiai
Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat
Wali Kota Alfin Dukung Festival Kopi Kerinci 2026
Ketua DPRD Hadiri Festival Kenduri Sko Tanjung Pauh
Ketua DPRD Hadiri Festival Kenduri Sko Tanjung Pauh
PT KMH Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kerinci
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:00 WIB

TNKS Minta Pendaki Gunung Kerinci Cegah Kebakaran Hutan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

PT KMH Salurkan CSR untuk Kenduri SKO Adat Desa Tamiai

Sabtu, 19 September 2026 - 21:00 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 17:00 WIB

Wali Kota Alfin Dukung Festival Kopi Kerinci 2026

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB