Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DLH Kerinci mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

DLH Kerinci mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

KERINCI, Britakini.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mengimbau warga agar mewaspadai penurunan kualitas udara. Data IQAir dalam infografis DLH Kerinci pada Senin (12/10/2026) menunjukkan bahwa kualitas udara di wilayah tersebut masuk kategori tidak sehat.

IQAir mencatat Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) Kerinci mencapai 163 pada pukul 07.00 WIB. Pada waktu yang sama, konsentrasi PM2.5 mencapai 72,2 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara. Jika warga menghirup partikel tersebut, mereka berisiko mengalami gangguan kesehatan, terutama ketika terpapar dalam waktu lama.

DLH Kerinci Minta Warga Mengurangi Aktivitas di Luar Rumah

Kepala DLH Kabupaten Kerinci, Neneng, meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama jika tidak memiliki keperluan mendesak. Ia juga menyarankan masyarakat memakai masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  Legenda Danau Kaco Pancaran Sinar Sebening Kaca.

“Kita anjurkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama jika tidak mendesak. Disarankan menggunakan masker yang sesuai ketika beraktivitas di luar rumah,” kata Neneng.

Selain itu, Neneng mengingatkan warga agar memeriksa informasi kualitas udara sebelum melakukan kegiatan di luar rumah. Langkah ini membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

Anak-anak dan Lansia Menghadapi Risiko Lebih Tinggi

Polusi udara dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang rentan. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.

Karena itu, warga perlu melindungi kelompok tersebut dari paparan polusi. Orang tua juga sebaiknya membatasi kegiatan anak-anak di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat dapat mengurangi paparan polutan dengan membatasi aktivitas luar ruangan. Warga juga perlu menghindari kegiatan yang menghasilkan asap agar tidak memperburuk kondisi udara.

DLH Kerinci Larang Warga Membakar Sampah dan Lahan

DLH Kerinci mengingatkan warga agar tidak membakar sampah maupun lahan. Aktivitas tersebut menghasilkan asap dan partikel pencemar yang dapat menurunkan kualitas udara. Selain itu, asap pembakaran dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Satlantas & Samsat Kerinci Razia Pajak, Puluhan Terjaring

Neneng menjelaskan bahwa angka AQI menggambarkan kualitas udara pada waktu pengukuran. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kondisi udara dapat berubah sewaktu-waktu.

Cuaca, arah angin, dan sumber emisi di sekitar wilayah dapat memengaruhi perubahan tersebut. Dengan demikian, warga perlu mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber tepercaya.

DLH mengajak masyarakat menerapkan langkah pencegahan sesuai kondisi lingkungan. Warga dapat memulainya dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker yang sesuai, serta menghentikan kebiasaan membakar sampah dan lahan.

Melalui langkah tersebut, masyarakat dapat membantu mengurangi pencemaran udara sekaligus menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. (ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: iNBrita.com

Berita Terkait

Pegawai Rajo Sungai Penuh Telusuri Sejarah Tombak Pusaka
TNKS Minta Pendaki Gunung Kerinci Cegah Kebakaran Hutan
PT KMH Salurkan CSR untuk Kenduri SKO Adat Desa Tamiai
Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat
Wali Kota Alfin Dukung Festival Kopi Kerinci 2026
Ketua DPRD Hadiri Festival Kenduri Sko Tanjung Pauh
Ketua DPRD Hadiri Festival Kenduri Sko Tanjung Pauh
PT KMH Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kerinci
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:00 WIB

TNKS Minta Pendaki Gunung Kerinci Cegah Kebakaran Hutan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

PT KMH Salurkan CSR untuk Kenduri SKO Adat Desa Tamiai

Sabtu, 19 September 2026 - 21:00 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 17:00 WIB

Wali Kota Alfin Dukung Festival Kopi Kerinci 2026

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB