Jakarta, Britakini.com – BYD mulai menerima pesanan awal Atto 1 generasi kedua di China. Mobil listrik mungil ini diperkirakan memiliki harga di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp260 juta.
Mengutip Carnewschina, Sabtu (10/10), BYD melayani pemesanan melalui aplikasi resminya. Calon pembeli cukup membayar uang tanda jadi sebesar 2.000 yuan atau sekitar Rp5 juta.
Namun, BYD belum menetapkan harga resmi Atto 1 terbaru. Saat ini, perusahaan baru membuka kesempatan bagi konsumen untuk menyatakan minat terhadap mobil listrik tersebut.
Konsumen Bisa Membatalkan Pesanan Awal
BYD menggunakan sistem uang tanda jadi untuk mencatat minat calon pembeli. Konsumen membayar 2.000 yuan saat mengajukan pemesanan awal.
Konsumen juga bisa meminta pengembalian uang sebelum mengunci pesanan. Selain itu, mereka masih dapat mengubah konfigurasi kendaraan setelah BYD menggelar peluncuran resmi.
Dengan mekanisme ini, calon pembeli bisa menentukan pilihan akhir setelah perusahaan mengumumkan detail produk.
BYD Memperbesar Dimensi Atto 1
BYD menghadirkan bodi yang lebih panjang pada Atto 1 generasi kedua. Mobil listrik ini memiliki panjang 4.205 mm, bertambah 425 mm dibandingkan model sebelumnya.
Lebarnya mencapai 1.810 mm, sedangkan tingginya mencapai 1.570 mm. Mobil ini juga memiliki jarak sumbu roda sepanjang 2.650 mm.
Perubahan dimensi tersebut mendukung kebutuhan penumpang dan barang bawaan. BYD menyediakan lima tempat duduk di dalam kabin.
Pengguna juga bisa mendapatkan ruang bagasi hingga 1.380 liter dengan melipat kursi belakang. Selain bagasi utama, BYD menyediakan kompartemen tambahan berkapasitas 94 liter di bawah kap mesin.
Dua Baterai Menawarkan Jarak Tempuh Berbeda
BYD membekali Atto 1 terbaru dengan motor listrik bertenaga 95 kW atau setara 127 hp. Motor tersebut menyalurkan tenaga ke roda belakang.
Untuk sumber energi, BYD menawarkan dua pilihan baterai, yaitu 30 kWh dan 39,2 kWh. Konsumen dapat memilih kapasitas baterai sesuai kebutuhan perjalanan.
Berdasarkan standar pengujian CLTC, Atto 1 terbaru memiliki jarak tempuh 320 hingga 420 kilometer. Sementara itu, pengujian dengan standar WLTP menghasilkan perkiraan jarak tempuh 262 hingga 344 kilometer.
Kedua standar tersebut menggunakan metode pengujian yang berbeda. Karena itu, hasil pengujian tidak selalu sama dengan jarak tempuh saat pengemudi menggunakan mobil dalam kondisi nyata.
Teknologi Pengisian Cepat Masih Menunggu Konfirmasi
BYD juga dikabarkan menyiapkan teknologi pengisian cepat untuk Atto 1 generasi kedua. Teknologi ini disebut mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen dalam sembilan menit.
Meski demikian, BYD belum mengonfirmasi informasi tersebut. Calon pembeli perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui kemampuan pengisian daya yang sebenarnya.
Selain itu, BYD menyediakan opsi sensor LiDAR pada bagian atap. Sensor ini terintegrasi dengan sistem bantuan pengemudi DiPilot 300 atau God’s Eye B.
Teknologi tersebut dapat mendukung sistem bantuan pengemudi. Namun, BYD masih perlu menjelaskan ketersediaan fitur tersebut pada setiap varian.
Harga Resmi BYD Atto 1 Masih Rahasia
Sebagai pembanding, BYD memasarkan Seagull generasi pertama di China dengan harga tertinggi 85.900 yuan atau sekitar Rp220 juta.
Untuk generasi kedua, BYD memperkirakan harga jualnya tetap di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp260 juta. Meski begitu, konsumen belum bisa memastikan harga akhirnya karena perusahaan belum mengumumkan daftar harga resmi.
Saat ini, BYD baru membuka pemesanan awal di China. Perusahaan juga belum memberikan informasi mengenai jadwal peluncuran Atto 1 generasi kedua di Indonesia.
Oleh karena itu, calon pembeli di Indonesia masih perlu menunggu pengumuman resmi BYD mengenai rencana pemasaran dan harga mobil listrik tersebut di Tanah Air. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: detik.com









