Jakarta, Britakini.com – Perjalanan Jakarta-Bandung kini semakin mudah berkat jalan tol. Meski begitu, perjalanan pulang-pergi lebih dari 300 kilometer tetap menjadi tantangan untuk menguji efisiensi mobil.
Kali ini, kami menguji Mitsubishi XFORCE Ultimate non-hybrid melalui rute Jakarta-Bandung pergi-pulang. Kami membawa empat penumpang dan sejumlah barang bawaan selama perjalanan.
Mitsubishi XFORCE Menempuh Rute Jakarta-Bandung
Kami memulai perjalanan dari salah satu SPBU di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Kami mengisi tangki hingga penuh dengan patokan klik pertama pada nozzle SPBU.
Setelah itu, kami membawa XFORCE menuju Tol JORR. Kami kemudian melanjutkan perjalanan melalui Tol MBZ dan Tol Cipularang.
Saat melaju di Tol MBZ, kami mengaktifkan Adaptive Cruise Control. Fitur ini menjadi bagian dari sistem bantuan berkendara Mitsubishi Diamond Sense.
Adaptive Cruise Control membantu pengemudi menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Fitur tersebut terasa berguna saat lalu lintas bergerak dengan kecepatan yang relatif konstan.
XFORCE Hadapi Tanjakan Cipularang
Setelah melewati Tol MBZ, kami memasuki Tol Cipularang. Jalur ini memiliki karakter berbeda karena terdapat sejumlah tanjakan panjang.
Tanjakan tersebut membuat mesin bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan. Namun, indikator bahan bakar masih menunjukkan kondisi penuh saat kami mendekati Gerbang Tol Kalihurip Utama.
Kami terus melaju melewati tanjakan dan turunan Cipularang. Setelah itu, kami keluar melalui Gerbang Tol Padalarang.
Kami berhenti sejenak untuk sarapan. Setelah selesai, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandung.
Kami melewati Tol Purbaleunyi dan kemudian keluar melalui Tol Pasteur. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan menuju pusat Kota Bandung.
XFORCE Dipakai di Kota Bandung
Setibanya di Bandung, kami menggunakan XFORCE untuk sejumlah aktivitas. Kami juga berhenti untuk beristirahat dan menikmati kopi.
Penggunaan tersebut membuat pengujian tidak hanya berlangsung di jalan tol. Kami juga mengemudikan XFORCE di jalan perkotaan.
Setelah menyelesaikan aktivitas di Bandung, kami kembali menuju Jakarta. Kami melewati kembali Tol Cipularang, Tol Japek, dan Tol MBZ.
Kami kemudian keluar melalui Gerbang Tol Halim. Setelah masuk wilayah Jakarta, kami menghadapi lalu lintas yang lebih padat.
Kami melewati Cawang, Pancoran, Kalibata, Pasar Minggu, hingga Jalan Samali. Perjalanan berakhir di salah satu SPBU kawasan Warung Buncit.
Total perjalanan mencapai 314,3 kilometer.
Mitsubishi XFORCE Gunakan Mesin Non-Hybrid
XFORCE yang kami gunakan merupakan tipe Ultimate. Varian ini menjadi tipe tertinggi untuk XFORCE non-hybrid.
Mitsubishi membekali mobil ini dengan mesin 4A91 1,5 liter MIVEC. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 105 PS pada 6.000 rpm.
Mesin itu juga menghasilkan torsi 141 Nm pada 4.000 rpm. Mitsubishi menyalurkan tenaga mesin melalui transmisi CVT.
XFORCE menyediakan empat pilihan mode berkendara. Mode tersebut terdiri dari Normal, Wet, Gravel, dan Mud.
Selama pengujian, kami menggunakan mode Normal. Kami memilih mode tersebut untuk mendapatkan gambaran konsumsi bahan bakar dalam penggunaan sehari-hari.
MID XFORCE Catat 18,4 Km per Liter
Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer, MID XFORCE menunjukkan konsumsi bahan bakar rata-rata 18,4 km per liter.
Pada saat yang sama, MID mencatat kecepatan rata-rata 60 km per jam.
Namun, kami tidak langsung menggunakan angka tersebut sebagai hasil akhir. Kami masih melakukan pengukuran dengan metode full-to-full.
Konsumsi Aktual XFORCE Capai 16,51 Km per Liter
Setelah tiba di Jakarta, kami kembali mengisi tangki XFORCE hingga penuh. Kami menggunakan metode yang sama seperti saat memulai perjalanan.
Kami kembali memakai patokan klik pertama pada nozzle SPBU. Untuk menempuh jarak 314,3 kilometer, XFORCE membutuhkan 19,04 liter bensin.
Kami kemudian menghitung konsumsi berdasarkan jarak tempuh dan jumlah bahan bakar yang digunakan. Hasilnya menunjukkan konsumsi aktual sebesar 16,51 km per liter.
Angka tersebut lebih rendah daripada catatan MID yang mencapai 18,4 km per liter. Namun, kami menggunakan hasil full-to-full sebagai acuan utama.
Metode tersebut menghitung konsumsi berdasarkan jumlah bensin yang benar-benar masuk ke dalam tangki. Karena itu, hasilnya memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai konsumsi bahan bakar selama perjalanan.
XFORCE Tetap Efisien dengan Empat Penumpang
XFORCE mencatat konsumsi 16,51 km per liter dengan membawa empat penumpang dan sejumlah barang bawaan.
Selama perjalanan, mobil menghadapi berbagai kondisi jalan. XFORCE melaju di jalan tol dengan kecepatan relatif konstan.
Mobil juga melewati tanjakan dan turunan di Cipularang. Selain itu, kami menggunakannya di jalan perkotaan Bandung.
Saat kembali ke Jakarta, XFORCE juga menghadapi lalu lintas yang lebih padat. Kondisi tersebut membuat pengujian semakin mendekati penggunaan sehari-hari.
Dengan berbagai kondisi tersebut, XFORCE non-hybrid mampu mencatat konsumsi aktual 16,51 km per liter.
Hasil ini menunjukkan bahwa XFORCE masih mampu menjaga efisiensi bahan bakar saat menempuh perjalanan jauh. Mobil juga tetap efisien ketika membawa empat penumpang dan menghadapi kondisi jalan yang beragam. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: detik.com









