Prospek Harga Emas Menguat, Target US$4.650 Terungkap

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi harga emas yang diproyeksikan tetap kuat hingga akhir 2026.(Foto : Ilustrasi by AI/liputan6.com)

Ilustrasi harga emas yang diproyeksikan tetap kuat hingga akhir 2026.(Foto : Ilustrasi by AI/liputan6.com)

Jakarta, Britakini.comProspek harga emas masih kuat meski Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuan. Standard Chartered menilai perubahan suku bunga kini tidak lagi terlalu memengaruhi pergerakan harga emas.

Standard Chartered melihat pasar emas mulai dipengaruhi faktor lain. Beberapa faktor tersebut meliputi dedolarisasi dan pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara.

Standard Chartered Nilai Harga Emas Tetap Kuat

Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered, Suki Cooper, mengatakan harga emas sempat melemah setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Namun, harga emas kembali menguat setelah tekanan tersebut mereda. Saat ini, harga emas bergerak mencari keseimbangan baru di sekitar rata-rata pergerakan 50 hari.

Menurut Cooper, pelaku pasar kini mulai mengubah fokus. Mereka tidak lagi hanya memperhatikan perubahan suku bunga dalam jangka pendek.

Sebaliknya, pelaku pasar mulai mencermati sejumlah faktor struktural yang dapat memengaruhi harga emas dalam jangka panjang.

“Perhatian pasar bukan lagi soal naik-turunnya suku bunga jangka pendek, melainkan isu yang lebih besar seperti upaya pengurangan ketergantungan pada dolar AS (dedolarisasi), kekhawatiran devaluasi mata uang, hingga potensi intervensi otoritas di pasar keuangan,” ujar Cooper, dikutip dari Kitco, Selasa (22/9/2026).

Selain itu, bank sentral berbagai negara terus membeli emas. Pembelian tersebut membantu menopang harga emas ketika pasar menghadapi tekanan jual.

Harga Emas Diproyeksikan Capai US$4.650

Kondisi tersebut mendorong Standard Chartered menaikkan proyeksi harga emas untuk kuartal IV 2026.

Standard Chartered memperkirakan harga emas akan mencapai rata-rata US$4.650 per ons pada kuartal IV 2026. Proyeksi itu naik dari perkiraan kuartal III yang berada di sekitar US$4.350 per ons.

Baca Juga :  Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan Baru

Dengan proyeksi tersebut, Standard Chartered masih melihat peluang penguatan harga emas hingga akhir 2026.

Pengaruh Yield Obligasi AS Mulai Melemah

Standard Chartered juga menemukan perubahan hubungan antara harga emas dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Korelasi harga emas dengan yield obligasi AS tenor 10 tahun dan 30 tahun kini mendekati netral. Sementara itu, hubungan emas dengan yield riil tenor 2 tahun dan 5 tahun juga melemah secara signifikan.

Kondisi tersebut berbeda dari situasi pada awal tahun.

Pada awal tahun, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga. Saat itu, harga emas berada di sekitar US$4.500 per ons.

Kini, The Fed justru menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal pengetatan lanjutan. Meski begitu, harga emas masih bertahan di sekitar level tersebut.

Dana Masuk Produk Emas Terus Bertambah

Selain pembelian bank sentral, arus dana ke produk investasi emas juga membantu menopang harga.

Investor diperkirakan masih akan menambah dana ke produk Exchange-Traded Product (ETP) berbasis emas. Tren tersebut melanjutkan kinerja positif pada Agustus 2026.

Pada Agustus, produk investasi emas mencatat dana masuk sebesar 121 ton. Angka tersebut menjadi rekor bulanan tertinggi sejak September 2025.

Investor tetap membeli produk emas meski yield obligasi AS tenor 10 tahun sempat mencapai level psikologis 5%.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor masih mempertahankan minat terhadap emas meski imbal hasil obligasi AS meningkat.

Investor Belum Memadati Pasar Berjangka

Cooper juga melihat posisi spekulatif investor di pasar berjangka masih terkendali.

Menjelang rapat moneter The Fed, sejumlah investor taktis memilih mengambil keuntungan. Aksi tersebut membuat net fund length turun paling besar sejak Maret.

Baca Juga :  IHSG Menguat, Asing Borong Lima Saham Unggulan RI

Namun, Cooper menilai aksi ambil untung tersebut masih wajar. Ia juga belum melihat kondisi tersebut sebagai tanda perubahan tren utama harga emas.

Dolar AS Beri Tekanan dalam Jangka Pendek

Cooper tetap meminta investor memperhatikan pergerakan dolar AS. Menurutnya, dolar AS masih dapat memengaruhi harga emas dalam jangka pendek.

Dalam tiga bulan terakhir, harga emas masih menunjukkan korelasi terbalik yang kuat dengan dolar AS. Korelasi tersebut berada di sekitar 54%.

Angka tersebut lebih kuat daripada pengaruh suku bunga riil terhadap harga emas saat ini.

Kenaikan suku bunga pada September sempat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pelemahan mata uang. Kebijakan tersebut juga meningkatkan daya tarik imbal hasil aset dalam dolar AS.

Namun, pasar sudah memperkirakan kenaikan suku bunga tersebut. Karena itu, investor hanya melakukan aksi jual dalam waktu relatif singkat setelah The Fed mengumumkan keputusan tersebut.

Saat ini, net fund length berada di level 34% dari total open interest. Standard Chartered menilai posisi tersebut masih berada dalam batas yang aman.

The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga Lagi

Ekonom Standard Chartered memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga satu kali pada Desember 2026.

Kebijakan tersebut dapat memengaruhi proyeksi yield obligasi AS pada berbagai tenor.

Di sisi lain, Standard Chartered melihat faktor struktural tetap menopang harga emas. Faktor tersebut mencakup dedolarisasi dan pembelian emas oleh bank sentral.

Pasar emas karena itu menghadapi dua pengaruh utama. Suku bunga dan dolar AS dapat menekan harga dalam jangka pendek.

Sebaliknya, pembelian emas oleh bank sentral dan perubahan strategi cadangan devisa dapat mendukung harga dalam jangka panjang. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Harga Emas Hari Ini Turun, Cek Rincian Terbaru
Harga BBM Pertamina Terbaru September, Cek Lengkap
IHSG Turun, ULTJ Siapkan Rights Issue Rp16 Triliun
10 Kopi Termahal Dunia, Ada Kopi Luwak
Goldman Sachs Ungkap Prospek Harga Emas hingga 2027
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya
Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik, Cek Harganya
Kurs Rupiah Tertekan, Ini Faktor yang Mempengaruhinya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WIB

Prospek Harga Emas Menguat, Target US$4.650 Terungkap

Senin, 21 September 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Turun, Cek Rincian Terbaru

Senin, 21 September 2026 - 11:00 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru September, Cek Lengkap

Senin, 21 September 2026 - 11:00 WIB

IHSG Turun, ULTJ Siapkan Rights Issue Rp16 Triliun

Minggu, 20 September 2026 - 20:00 WIB

Goldman Sachs Ungkap Prospek Harga Emas hingga 2027

Berita Terbaru

Ilustrasi harga emas yang diproyeksikan tetap kuat hingga akhir 2026.(Foto : Ilustrasi by AI/liputan6.com)

Ekonomi

Prospek Harga Emas Menguat, Target US$4.650 Terungkap

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:00 WIB

Guru PPPK penuh waktu berpeluang beralih menjadi PNS mulai Januari 2027 melalui tes kompetensi.(Foto: Ricardo/JPNN.com)

Nasional

PPPK Penuh Waktu Berpeluang Jadi PNS Tahun 2027

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam turun pada perdagangan Senin (21/9).(FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Turun, Cek Rincian Terbaru

Senin, 21 Sep 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM Pertamina terbaru untuk Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada September 2026.

Ekonomi

Harga BBM Pertamina Terbaru September, Cek Lengkap

Senin, 21 Sep 2026 - 11:00 WIB

IHSG kembali melemah pada perdagangan Jumat (18/9), sementara investor asing mencatat net sell Rp1,79 triliun.

Ekonomi

IHSG Turun, ULTJ Siapkan Rights Issue Rp16 Triliun

Senin, 21 Sep 2026 - 11:00 WIB